Empat Bank Besar Cetak Laba Positif
Kinerja empat bank besar di kuartal III tahun ini diperkirakan masih tumbuh positif. Jika berkaca dari hasil kinerja yang berakhir pada Agustus 2024, pertumbuhan laba bersih bank masih di atas proyeksi para analis. Menilik laporan keuangan bulanan masing-masing bank KBMI 4, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), rata-rata laba tercatat naik single digit. Hanya PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang mampu mencatatkan pertumbuhan laba double digit. Laba BCA naik 14% secara tahunan menjadi Rp 35,99 triliun. Penyaluran kredit dari bank-bank KBMI 4 juga positif. Ada dua bank yang penyaluran kreditnya naik di atas industri. Sebagai gambaran, kredit perbankan secara industri tumbuh 11,4% secara tahunan menjadi Rp 7.508 triliun per Agustus 2024.
Analis PT Indo Premier Sekuritas Jovent Muliadi, dalam riset Senin (30/9), menilai, pertumbuhan laba bank-bank KBMI 4 di atas proyeksi. Hitungan dia, secara agregat laba empat bank besar naik 7% secara tahunan menjadi Rp 120 triliun.
"Pencapaian ini mengalahkan estimasi kami yang memperkirakan laba bank besar hanya tumbuh 4% dan di atas proyeksi konsesus analis yang memperkirakan laba naik 5%," kata Jovent. Kenaikan laba ini didorong pendapatan operasional sebelum provisi yang juga naik 10% secara tahunan menjadi Rp 186,01 triliun.
Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi berpandangan, kinerja bank KBMI 4 menggambarkan pertumbuhan cenderung melambat. Menurut dia, ini dampak pengetatan kebijakan moneter oleh Bank Indonesia (BI).
Toh, Audi melihat kinerja yang melambat ini tak banyak berdampak pada prospek saham bank KBMI 4. Ia menyukai BBCA dan BMRI karena pertumbuhan kredit solid. Sedang Jovent merekomendasikan beli BBRI, BBCA dan BMRI, dan memasang rekomendasi hold di BBNI.
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Bank Rebut Hati Nasabah Lewat Event Lifestyle
Kopdes Merahputih mendapat dukungan Bank Mandiri
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Geopolitik Memanas, Bisnis Bank Emas Mengkilap
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
Bank Masih Dilema Menurunkan Bunga Kredit
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023