;

Ribuan Hektar Sawah Baru Dicetak di Kalteng

Ekonomi Yoga 20 Sep 2024 Kompas
Ribuan Hektar
Sawah Baru Dicetak di Kalteng

Program cetak sawah nasional di Kalimantan Tengah akan membuka lahan seluas 400.000 hektar atau hampir seluas Pulau Bali. Warga ber harap pemerintah memperha tikan keberlangsungan di lahan yang sebelumnya dibuka. Ardianto (47), warga Desa Pilang, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, mengatakan, banyak lokasi sawah yang sejak dicetak pada 2021-2022 belum memiliki saluran irigasi. Sawah miliknya yang masuk dalam program ekstensifikasi food estate (lumbung pangan) belum terakses irigasi. Akibatnya, lahan jadi cepat kering di musim kemarau dan kebanjiran di masa musim hujan. ”Kami sudah pernah gagal panen atau turun produksi. Jadi, ya, sudah biasa. Tapi, kami masih menanam, kok,”kata Ardianto, dihubungi dari Palangka Raya, Kamis (19/9/2024). Ardianto dansebagianbesar warga Desa Pilang sebelumnya berladang tradisional. Se jak dilarang membakar pada 2015, ia tak berani lagi berladang.


Saat program lumbung pangan masuk pada 2020, ia antusias menyambutnya. Dalamprogram itu, ladangnya ”disulap” menjadi sawah oleh pemerintah. Setelah sawah dibuka, saluran irigasi belum dibuat. Sejak saatitu, ia acap kali mengalami puso. ”Beberapa kali juga (sawah) terendam air karena sungai meluap,” kata Ardianto. Belum usai program itu berjalan sesuai harapan Ardianto, pemerintah sudah menciptakan program baru berjudul. Optimasi Lahan dan Cetak Sawah Nasional. Pada Rabu (18/9), Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Andi Nur Alamsyah mengunjungi Kalteng. Bersama Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, Andi menggelar rapat koordinasi sekali lagi untuk memantapkan program baru tersebut. Dalam rapat itu, pemerintah sepakat mencetak 400.000 hektar. ”Enggak lagi, jadi tidak ada lagi food estate. Ini sekarang cetak sawah,” ujar Andi. MenurutAndi, untuk pelaksanaan cetak sawah nasional telah dialokasikan anggaran Rp 16 triliun. Pelaksanaannya hampir di seluruh Pulau Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Sumatera.

Sebelumnya, Selasa (20/8), Menteri Pertanian Amran Sulaiman datang ke Palangka Raya untuk menggelar rapat koordinasi optimasi lahan dan cetak sawah di Kalteng. Ia memaparkan rencana pemerintah untuk menciptakan lumbung pangan di Pulau Kalimantan, Papua, Sumatera, dan Sulawesi. Total 3 juta hektar bakal digarap selama tiga tahun. Rinciannya, 1 juta hektar pada tahun pertama dengan wilayah Papua Selatan, Kaltim, Kalsel, Kalbar, dan Sumatera Selatan. Tahun kedua juga 1 juta hektar dengan wilayah Papua Selatan, Kalteng, Papua Barat, Kalbar, danRiau.Tahu ketiga, 1 juta hektar di Sumsel, Kalteng, Papua Selatan, Papua, dan Kalimantan Utara. Potensi lahan Kalteng disebut memiliki potensi lahan untuk perluasan pertanian sebesar 2,4 juta hektar yang tersebar di 14 kabupaten dan kota. Namun, dalam proyek ini, pemerintah hanya membutuhkan 621.684 hektar atau sama dengan 1,1 kali luas Pulau Bali. Amran mengatakan, lahan seluas 621.684 hektar itu tersebar di seluruh wilayah Kalteng. Lahan yang digunakan meliputi area penggunaan lain, kawasan hutan produksi, dan kawasan hutan produksi konversi. Edy Pratowo menyatakan siap mendukung program tersebut. Apalagi, sebelumnya Menteri Pertanian sudah beberapa kali datang untuk menyampaikan keinginan pemerintah pusat melaksanakan program tersebut. ”Kami ada 400.000 hektar yang sudah siap. Tadi, dirjen menyampaikan, 165.000 hektar diKapuas jaditarget utama dulu,” kata Edy. Ia berharap semua pihak bisa membantu pemerintah untuk mewujudkan Kalteng sebagai lumbung pangan nasional, angan-angan yang sudah lama direncanakan. (Yoga)

Tags :
#Pertanian
Download Aplikasi Labirin :