Kredit Melambat Disebabkan Segmen Valas
BI mencatatkan pertumbuhan kredit pada Agustus 2024 sebesar 11,4% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 12,4 (yoy), disebabkan terjadinya apresiasi nilai tukar rupiah yang membuat kredit valas terlihat menurun. Deputi Gubernur BI Juda Agung mengatakan, pertumbuhan kredit memang cenderung melambat namun tetap tumbuh kuat dan sejalan dengan target BI untuk tahun ini, yakni sebesar 10-12% (yoy). "Tapi ini (melambat) disebabkan oleh kredit valas, karena apresiasi nilai tukar rupiah sehingga kredit valas seolah-olah kecil.
Dari 12,4% jadi 11,4% ini masih kuat, secara industri total kredit yang disalurkan 51% dari rencana bisnis bank itu sudah cukup besar," imbuh Juda. Adapun pihaknya melihat ke depan di sisa tahun ini pertumbuhan dana pihak ketiga yang masih 7% dan alat liquid yang dimiliki bank AL/DPK 25,7% menunjuukan SRBI masih besar dipegang oleh bank "Dan juga funding dari non DPK kami buka RPLN kebijakannya jadi sapce besar jika bank mau pinjam untuk luar negeri untuk pendanaannya. Penurunan suku bunga juga dorong demand kredit dan cost of fund semakin murah," urai Juda. (Yetede)
Tags :
#Valuta AsingPostingan Terkait
Geopolitik Memanas, Bisnis Bank Emas Mengkilap
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023