Penolakan Perpecahan di Kadin oleh Dunia Usaha
Sejumlah kalangan dunia usaha menyesalkan Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia terseret dalam konflik yang memunculkan perpecahan. Mereka berharap segera ada solusi sehingga Kadin sebagai induk organisasi dunia usaha dapat fokus menyelesaikan masalah perdagangan dan industri nasional. Perpecahan dalam tubuh Kadin Indonesia muncul ketika sejumlah perwakilan Kadin provinsi menggelar musyawarah nasional luar biasa (munaslub) di Jakarta, Sabtu (14/9) yang menetapkan Anindya Bakrie sebagai ketua umum baru. Padahal, jabatan tersebut masih diampu oleh Arsjad Rasjid yang telah diakui sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2021-2026 secara aklamasi dalam musyawarah nasional di Kendari, Sultra, pada 2021. Ketua Umum Ikatan Pengusaha Konveksi Berkarya (IPKB) Nandi Herdiaman menyayangkan permasalahan yang terjadi dalam organisasi Kadin belakangan.
”Siapa pun yang jadi, yang sah, kalau bagi kami harus segera diselesaikan, entah itu dari kubu Arsjad ataupun kubu yang baru dilantik. Kami hanya berharap polemik ini segera selesai karena kami akan terdampak,” kata Nandi, Senin (16/9). Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono juga menyayangkan polemik yang terjadi di dalam Kadin. Ia berharap konflik itu dapat diselesaikan dengan segera. Kadin sebagai wadah dari dunia usaha, menurut Eddy, seharusnya tidak berpolitik praktis. Alih-alih terseret konflik kepentingan, Kadin sebaiknya memberi perhatian kepada dunia usaha, baik terkait masalah yang dihadapi saat ini maupun tantangan ke depan. ”Gapki sangat berharap masalah ini dapat segera selesai supaya tidak ada polemik berkepanjangan. Dunia usaha membutuhkan kenyamanan berusaha,” kata Eddy. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023