Pengembang Mulai Melirik IKN
Proyek-proyek properti di IKN yang semula tertahan kini mulai bergeliat. Beberapa pengembang menilai mulai ada kepastian pembangunan di IKN, sejalan dengan janji pemerintahan mendatang untuk melanjutkan proyek pembangunan IKN. Peletakan batu pertama atau ground breaking proyek properti di IKN berlanjut. Pada 12 Agustus 2024, terdapat empat proyek yang dilakukan ground breaking sebagai penanda dimulainya investasi senilai Rp 4,9 triliun itu. Tiga di antaranya proyek properti, meliputi proyek kawasan campuran (mixed use) milik PT Intiland Development Tbk, Swiss-Bel hotel berkonsep bangunan hijau yang dibangun PT Hotel Papua Internasional.
Serta proyek hotel dan Nusantara International Convention Center yang dibangun Grup Royal Golden Eagle Hotel. Bank BCA juga membangun kantor cabang untuk pusat layanan keuangan modern. Anggota Satgas IKN Kadin Indonesia, Rusmin Lawin, berpendapat, pengusaha domestik dan asing semakin yakin terhadap perkembangan IKN dengan melihat perkembangan nyata di wilayah itu dan komitmen presiden terpilih Prabowo Subianto untuk melanjutkan proyek IKN. Hingga kini, hampir seluruh jenis proyek properti sudah siap mengisi IKN, antara lain perumahan, hotel, kantor, apartemen, dan mal. Hal itu dinilai positif.
”Pengusaha domestik dan asing makin percaya dengan IKN,” katanya, Selasa (13/8). Pembangunan kota baru membutuhkan waktu hingga 20 tahun, seperti pembangunan kota-kota mandiri di Indonesia yang digarap swasta, tapi, pembangunan IKN dipimpin langsung oleh pemerintah sehingga bisa lebih cepat dari target. Dicontohkan, pembangunan Sejong City, Korsel, yang merupakan ibu kota administratif dan kompleks pemerintahan, bisa selesai dibangun dalam 10 tahun. Theresia Rustandi, Presdir PT Inti Kolaborasi Nusantara, selaku entitas yang mempersiapkan proyek Intiland di IKN, mengungkapkan, terdapat tiga proyek unggulan yang akan digarap di kawasan IKN.
Meliputi kawasan mixed use Grand Whiz Nusantara di lahan 0,72 hektar yang mengintegrasikan fasilitas hotel, 50 unit serviced apartment, perkantoran, area ritel, pusat olahraga, serta fasilitas makanan dan minuman. Proyek kedua adalah Nusantara Quarter, pengembangan kawasan transit-oriented development (TOD) pada lahan seluas 6,7 ha yang mengintegrasikan hunian, perkantoran, dan area komersial dengan akses transportasi publik. Pengembangan ketiga adalah kawasan perumahan dengan fasilitas lapangan golf bernama Royale Nusantara Golf Resort & Residence seluas 200 ha. Proyeksi awal nilai investasi untuk ketiga proyek yang dikembangkan berkisar Rp 2,6 triliun-Rp 3 triliun. (Yoga)
Postingan Terkait
Proyek Hilirisasi US6 Miliar Segera meluncur
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023