;

Menggali Potensi Sektor Energi Terbarukan

Menggali Potensi Sektor Energi Terbarukan

Kinerja emiten sektor bisnis energi baru dan terbarukan (EBT) masih dibayangi sejumlah tantangan. Emiten sektor EBT hanya mampu mencetak kenaikan laba tipis, dibarengi pendapatan yang menurun. Tengok saja PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), emiten EBT dengan kapitalisasi pasar terbesar. Pendapatan BREN turun 2,32% secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi US$ 290,07 juta di enam bulan pertama 2024. Emiten dari grup konglomerasi milik Prajogo Pangestu ini mengerek keuntungan meski minimalis. Laba bersih BREN tumbuh tipis 0,53% yoy menjadi US$ 57,95 juta. Analyst Stocknow.id, Dinda Resty Angira menilai, kinerja emiten EBT pada separuh pertama tahun ini tak terlepas dari pengaruh makro ekonomi dan tantangan global. Dinda mengamati, penurunan pendapatan emiten EBT terjadi akibat harga jual dan volume penjualan yang melandai. Di sisi lain, peningkatan laba bersih menunjukkan sebagian emiten mampu melakukan efisiensi operasional. Research Analyst Phintraco Sekuritasi, Aditya Prayoga turut melihat emiten EBT masih punya ruang yang besar untuk bertumbuh. Terutama untuk jangka yang lebih panjang, dengan dorongan dari komitmen pemerintah menggenjot bauran EBT dalam pembangkit listrik nasional. 

Salah satu segmen EBT yang memiliki potensi pengembangan besar adalah panas bumi. Pemerintah juga telah menetapkan target ambisius guna membantu mencapai tujuan Nol Emisi pada tahun 2060. Sedangkan PGEO mempunyai PER 16,17 kali, ARKO 52,43 kali dan KEEN 8,02 kali. Kalkukasi Dinda, rata-rata PER pada industri dan sektor energi terbarukan berada di level 74,44 kali. Dus, secara valuasi saham BREN tergolong overvalued. Dinda menyarankan investor mencermati posisi valuasi emiten sembari mempertimbangkan potensi pertumbuhan bisnis.Dinda pun menilai saham PGEO dan ARKO layak untuk dikoleksi.

Tags :
#Energi
Download Aplikasi Labirin :