Jaga Kesejahteraan Warga Lansia
Populasi penduduk berusia lanjut yang meningkat perlu diantisipasi dengan baik. Jangan sampai bertambahnya usia harapan hidup justru disertai dengan angka kesakitan tinggi dan tingkat kesejahteraan yang rendah pada warga lansia, bahkan tutup usia dalam kesunyian. Kisah pilu meninggalnya sepasang warga lansia di rumah mereka di Bogor, Jabar, dalam kondisi sendirian, tanpa didampingi keluarga, riuh jadi perbincangan di media sosial, menambah rentetan kisah duka kehidupan sebagian warga lansia. Kejadian warga lansia yang meninggal sendirian bukan pertama kali terjadi.
Awal Januari 2024, seorang warga berusia 74 tahunditemukan tewas di rumahnya tanpa didampingi keluarga, di Depok, Jabar. Ia tinggal sendirian. Kasus warga lansia yang meninggal dalam kondisi sendirian ini menjadi keprihatinan dan pelajaran berharga bagi setiap keluarga. Agar warga lansia hidup sehat dan sejahtera, perlu sistem pendukung dari keluarga ataupun lingkungan sosial di sekitar tempat tinggal (Kompas.id, 18 Juli 2024). Fenomena tersebut mencerminkan lemahnya perlindungan terhadap warga lansia sehingga perlu menjadi perhatian serius bagi negara.
Apalagi, Indonesia memasuki era populasi yang menua lantaran warga lansia sudah lebih dari 10 % jumlah total penduduk. Data BPS menunjukkan, jumlah penduduk berusia lebih dari 60 tahun di Indonesia pada 2023 mencapai 11,1 % total penduduk atau 30,9 juta orang. Angka ini diperkirakan naik menjadi 20,5 % pada 2045 atau 65,8 juta orang. Penuaan penduduk juga disertai meningkatnya kebutuhan pendampingan dan perawatan jangka panjang pada warga lansia akibat penyakit degeneratif dan disabilitas. Data Survei Sosial Ekonomi Nasional 2023 mencatat, 41,49 % warga lansia mengalami keluhan kesehatan.
Aspek kesehatan serta kesejahteraan warga lansia menjadi tantangan utama yang dihadapi masyarakat dan pemerintah dalam kondisi penuaan penduduk. Mutu hidup warga lansia harus dipertahankan, mengingat penurunan kemampuan fisik dan status kesehatan akan terjadi seiring bertambahnya usia. Selain perhatian keluarga, pemantauan warga lansia memerlukan dukungan dari lingkungan masyarakat di setiap daerah dengan memperkuat sistem pendukung sosial untuk menjaga kesehatan psikososial pada warga lansia. Lingkungan yang mendukung agar lansia tetap sehat dan produktif perlu disiapkan untuk jangka panjang, bahkan sejak pra-lansia. Selain pemenuhan asupan gizi yang baik, keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat juga perlu diperhatikan agar warga lansia tetap aktif dan bahagia. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023