Menata Harga Tiket Pesawat
Pemerintah berencana mengefisienkan biaya penerbangan. Upaya menurunkan harga tiket pesawat itu ditindaklanjuti dengan membentuk Komite Supervisi Harga Tiket Angkutan Penerbangan Nasional. Hal itu menanggapi keluhan masyarakat tentang harga tiket pesawat yang tinggi. Di lokapasar, harga tiket pesawat Jakarta-Labuan Bajo (NTT) pada 19-25 Agustus 2024 berkisar Rp 1,45 juta-Rp 1,63 juta per orang dan harga tiket Jakarta-Lombok (NTB) berkisar Rp 1,29 juta-Rp 1,38 juta. Adapun harga tiket Jakarta-Bangkok (Thailand) pada periode yang sama Rp 1,23 juta-Rp 1,24 juta dan Jakarta-Ho Chi Minh (Vietnam) Rp 826.000-Rp 1,21 juta per orang. Bagi sebagian orang, pesawat menjadi pilihan karena dinilai lebih hemat waktu.
Tak hanya untuk berwisata, melainkan juga untuk mengunjungi kerabat atau keperluan bekerja. Tapi, harga tiket menjadi alasan bagi sebagian orang memilih berwisata ke luar negeri atau menunda bertemu kerabat. Jika ini terus terjadi, magnet ekonomi yang diciptakan tujuan wisata tak optimal menarik wisatawan dan menciptakan gerak roda ekonomi bagi daerah tersebut. Indonesia, yang wilayahnya berpulau-pulau, memerlukan modal transportasi udara. Ada daerah yang lebih cepat dijangkau menggunakan pesawat, misalnya di Papua. Bukan hal yang mudah untuk menekan harga tiket pesawat. Ada beberapa komponen yang mesti diperhatikan dan diperhitungkan, selain harga avtur yang fluktuatif dan dipengaruhi dinamika harga di pasar global.
Komponen itu di antaranya retribusi bandara, PPN dan iuran wajib Jasa Raharja (Kompas, 15/7). Dalam pariwisata global, moda transportasi udara merupakan kunci konektivitas. Jika ingin membidik wisatawan dan nilai tambah sektor pariwisata, tiket pesawat merupakan faktor yang mesti diperhatikan. Mengutip data Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO), kedatangan turis dunia akan pulih pada tahun ini. Diproyeksikan, jumlahnya 2 % lebih banyak dibanding 2019 yang sebanyak 1,46 miliar orang. Pada 2019, sebelum pandemi Covid-19, wisatawan global membelanjakan 1,46 triliun USD. Harga tiket pesawat yang lebih terjangkau, dengan pelayanan yang baik, patut diupayakan. Ada potensi ekonomi yang bisa dikembangkan. Ada keperluan pekerjaan yang dihemat jika harga tiket lebih murah. Ada juga rindu pada keluarga yang bisa terbayarkan saat harga tiket pesawat lebih terjangkau. (Yoga)
Postingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Kebijakan Diskon Tiket Transportasi
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023