;

Bank Dunia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 0% Tahun ini

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 06 Jun 2020 Investor Daily, 3 Juni 2020
Bank Dunia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 0% Tahun ini

Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 0% pada tahun ini sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 yang tercatat 5,02%. Namun Proyeksi ini masih lebih baik dibandingkan skenario sangat berat dari pemerintah Indonesia yang mencapai -0,4%. Ini dikarenakan efek nyata dari pelaksanaan dua bulan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebagiamana dijelaskan ekonom senior Bank Dunia untuk Indonesia Ralph van Doorn. Ia mengatakan sisi konsumsi rumah tangga melambat seiring hilangnya pendapatan masyarakat karena aktivitas bisnis menurun, sehingga menurunkan permintaan barang dan jasa, berikutnya kepercayaan di tingkat konsumen juga turut menurun.

Ia juga memperkirakan pertumbuhan investasi akan menurun signifikan, karena ketidakpastian besar terkait dengan wabah Covid-19 dan langkah untuk memutus rantai penyebarannya. Penurunan kegiatan ekonomi di seluruh dunia juga telah berdampak pada menurunnya harga komoditas, bahkan untuk kinerja impor diperkirakan jatuh lebih dalam dibandingkan ekspor.

Sejalan dengan belanja negara yang lebih besar karena pemerintah memberikan beragam stimulus fiskal untuk mencegah dan memitigasi dampak lebih dalam dari Covid-19, maka kebutuhan pembiayaan dalam APBN 2020 pun turut melebar. Hal itu bila data Kementerian Keuangan menunjukkan defisit fiskal tahun ini dinaikkan menjadi 6,27% terhadap produk domestik bruto (PDB) dalam APBN 2020. Dengan begitu, ia menyarankan pemerintah untuk mempersiapkan pemulihan ekonomi dengan prioritas sisi sumber daya manusia (SDM) dan memastikan kesehatan fiskal dan sektor keuangan, serta mendorong pengeluaran untuk infrastruktur. Seiring dengan prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia, Ralph memproyeksikan penduduk miskin Indonesia akan meningkat sampai 3,6% atau hingga 9,6 juta orang pada tahun ini akibat dampak pandemi Covid-19.

Rambatan Dampak Sementara itu, Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Hidayat Amir mengatakan, Covid-19 telah membawa rambatan dampak tidak hanya masalah kesehatan tetapi juga sosial, ekonomi, dan keuangan. Oleh karena itu, dalam mengatasi persoalan tersebut memang harus dilakukan secara serius disertai dengan dukungan pendanaan pembiayaan yang dibutuhkan dalam prioritas utama di APBN 2020.

Tags :
#Ekonomi
Download Aplikasi Labirin :