;

Janji Surga Rp 353 Triliun Pendanaan Transisi Energi

24 Jun 2024 Kompas
Janji Surga Rp 353 Triliun
Pendanaan Transisi Energi

KTT G20 di Bali pada November 2022 menyisakan harapan tinggi bagi program transisi energi di Indonesia seiring diumumkannya komitmen pendanaan 20 miliar USD dalam program Just Energy Transition Partnership atau JETP. Namun, 1,5 tahun berlalu, belum juga tampak tanda-tanda realisasi pembiayaan. Padahal, selain teknologi, pendanaan juga krusial dalam rencana jangka panjang dekarbonisasi bagi Indonesia. JETP ialah komitmen pendanaan global senilai 21,5 miliar USD atau Rp 353,5 triliun (kurs Rp 16.438 per USD). Sebanyak 11,5 miliar USD berasal dari dana publik negara-negara maju (International Partners Group/IPG) yang dipimpin AS dan Jepang.

Adapun 10 miliar USD dari sejumlah bank ternama di dunia yang tergabung dalam Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ). Pada 21 November 2023, Comprehensive Investment and Policy Plan (CIPP) JETP, yang memuat rencana proyek investasi yang dapat didanai JETP, diluncurkan. Ada lima fokus area pendanaan JETP, yakni pembangunan transmisi, pengakhiran dini operasionalisasi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara, akselerasi energi terbarukan yang dapat dikontrol dan konstan (dispatchable), akselerasi energi terbarukan variabel (bergantung cuaca), dan peningkatan rantai pasok energi terbarukan.

Keraguan akan mulusnya aliran pendanaan melalui JETP sebenarnya muncul sejak awal hingga diluncurkannya CIPP. Sebab, porsi hibah hanya 300 juta USD atau 1,4 % dari total komitmen pendanaan JETP, sementara pinjaman lunak (concessional loan) sekitar 6,9 miliar USD. Artinya, Indonesia sejatinya akan lebih banyak ditawari utang. Tinggi atau rendahnya bunga bakal menjadi pertimbangan utama dalam menerimanya. Menteri ESDM Arifin Tasrif saat ditanya mengenai titik terang realisasi pendanaan JETP, di Jakarta, Kamis (20/6) tak menjawab secara pasti. Namun, ia mengisyaratkan Indonesia masih menanti realisasi komitmen tersebut.

Salah satu proyek prioritas dalam JETP adalah pengakhiran dini operasionalisasi PLTU Cirebon-1, Jabar dengan kapasitas 660 megawatt (MW). Sinergi dilakukan antara PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), Cirebon Electric Power (CEP), Bank Pembangunan Asia (ADB), dan Indonesia Investment Authority (INA). Jika terlaksana, operasional PLTU akan berakhir pada 2035 atau tujuh tahun lebih cepat dari seharusnya. Sebagai negara berkembang, Indonesia butuh dukungan teknologi dan pendanaandalam memasifkan dekarbonisasi demi tujuan emisi nol bersih pada tahun 2060. Seberapa serius Indonesia menagih janji global untuk mendukung transisi energi tampaknya bakal jadi pekerjaan rumah pemerintah. (Yoga)


Tags :
# #Pembiayaan
Download Aplikasi Labirin :