Rupiah Menguat Temporer
Rupiah mampu menguat pada perdagangan awal pekan ini. Mengutip Bloomberg, Senin (3/6), rupiah ditutup pada posisi Rp 16.230 per dolar AS atau menguat sekitar 0,14% dari posisi akhir pekan lalu. Rupiah berdasar Jisdor Bank Indonesia (BI) juga menguat tipis 0,01% ke Rp 16.251 per dolar AS. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengamati, rupiah terapresiasi akibat dampak dari data manufaktur AS dan Price Consumption Expenditure (PCE) yang cenderung melemah pada Jumat (31/5) lalu. Pengamat Mata Uang dan Komoditas Lukman Leong menambahkan penguatan rupiah ini mungkin hanya sementara. Investor masih wait and see menanti data ISM Manufaktur dan Non Farm Payroll (NFP) AS yang dirilis pekan ini. Untuk Selasa (4/6), Lukman memproyeksi rupiah berada di rentang Rp 16.150–Rp 16.300 per dolar AS. Adapun Josua memperkirakan, rupiah di antara Rp 16.150 hingga Rp 16.300 per dolar AS.
Tags :
#Mata UangPostingan Terkait
Eskalasi Konflik Amerika Serikat – Iran
03 Feb 2026
Perdagangan AS-China
30 Jun 2025
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
25 Jun 2025
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
24 Jun 2025
Pasar Dalam Tekanan
23 Jun 2025
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
21 Jun 2025
Afrika Tunjukkan Inovasi Pembayaran Bebas Dolar
21 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023