Anggaran Jumbo Untuk Infrastruktur Air
Pemerintah meningkatkan komitmen finansialnya dalam rangka menggenjot kualitas infrastruktur air dan sanitasi pada tahun ini. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pemerintah mengalokasikan Rp 423,4 triliun untuk infrastruktur termasuk air bersih, sanitasi dan mitigasi dampak perubahan iklim. Selain itu, Rp 12,4 miliar dialokasikan untuk mempercepat ketersediaan air minum. "Terus membangun jembatan dan membuka akses menuju air bersih dan sanitasi adalah salah satu komitmen pemerintah dalam menjawab masalah ini," ujar dia, kemarin. Menurut dia, banyak studi empiris yang menunjukkan dampak langsung air bagi kesejahteraan bersama, utamanya bagi kesehatan, pendapatan, perdamaian, kohesi sosial dan keberlanjutan lingkungan.
Di sisi lain, krisis air dunia menuntut strategi finansial yang berkelanjutan. Pada 2020, dunia mengalokasikan US$ 8,7 miliar untuk mengembangkan bantuan air dan sanitasi.
Untuk menyelesaikan masalah itu, kebijakan fiskal menjadi kunci. Bagian signifikan dari APBN dialokasikan untuk membangun fasilitas pengairan dan sanitasi. "Termasuk meningkatkan kapasitas pemerintah daerah melalui desentralisasi fiskal supaya lebih tepat dalam mengalokasikan sumber dayanya," terang Sri Mulyani.
Tags :
#InfrastrukturPostingan Terkait
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023