Angkutan Listrik Tumbuh Lambat
Kurangnya komitmen pemda dalam menyediakan angkutan umum berbasis listrik dan mahalnya biaya pembelian armada menjadi kendala utama dalam penyediaan bus listrik di kota-kota besar. Sejumlah intervensi sekaligus penegakan hukum sangat diperlukan untuk mempercepat terbentuknya ekosistem angkutan berbasis listrik di Indonesia. Hal ini tertuang dalam hasil Studi Peta Jalan Program Insentif Nasional Elektrifikasi Transportasi Publik Perkotaan Berbasis Jalan yang diterbitkan oleh Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia, Selasa (21/5) di Jakarta. Studi ini mencakup penilaian tentang kesiapan elektrifikasi transportasi publik serta faktor mendesak lain, seperti polusi udara dan kemacetan, di 98 wilayah perkotaan di Indonesia.
Studi ITDP merekomendasikan 11 kota prioritas untuk percepatan elektrifikasi transportasi publik, yaitu Jakarta, Semarang, Pekanbaru, Batam, Medan, Bandung, Surabaya, Denpasar, Yogyakarta, Bogor, dan Padang. Untuk mendorong program elektrifikasi yang tepat sasaran dan menjamin ketersediaan anggaran, elektrifikasi transportasi publik di 11 kota prioritas tersebut perlu dicantumkan dalam rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Menhub Budi Karya Sumadi mengakui bahwa komitmen pemda dalam penyediaan angkutan berbasis listrik masih sangat kurang. ”Jangankan angkutan berbasis listrik, untuk penyediaan angkutan massal saja masih kurang,” kata Budi.
Persoalan ini muncul karena masalah disparitas harga. Harga angkutan yang berbasis listrik dua kali lipat lebih tinggi dibanding angkutan biasa. Tak heran hanya provinsi yang memiliki kemampuan fisikal yang baik yang mampu mewujudkan hal ini, salah satunya Jakarta. Sejumlah langkah sudah dilakukan untuk menstimulasi pemda menggunakan bus listrik. Surabaya, Jatim dan Bandung, Jabar, masing-masing sudah memiliki delapan bus listrik. Untuk keberlanjutan, komitmen dari pemda daerah diperlukan untuk mengeluarkan sejumlah kebijakan agar keberadaan angkutan ini tidak hilang. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023