Pemerintahan Baru Perlu Ciptakan Efek Pengganda
Pemerintahan baru diprediksi akan menanggung beban fiskal,
terefleksi dari melebarnya defisit anggaran dan melonjaknya imbal hasil
obligasi negara yang dipatok untuk tahun pemerintahan 2025. Program prioritas di
rezim pemerintahan baru diharapkan punya efek pengganda agar beban fiskal yang
ada bisa berdampak positif bagi perekonomian nasional. Gambaran tersebut
terungkap dalam paparan Menkeu Sri Mulyani yang menyampaikan Kerangka Ekonomi
Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) kepada DPR dalam rapat
paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/5).
Beberapa asumsi makro yang akan menjadi dasar penyusunan RAPBN
2025, antara lain pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,1-5,5 %, laju inflasi di
rentang 1,5-3,5 %, yield surat berharga negara (SBN) tenor 10 tahun di kisaran
6,9-7,3 % serta nilai tukar rupiah terhadap USD sebesar Rp 15.300-Rp 16.000. Dalam
postur makro fiskal untuk tahun 2025, belanja negara dipatok 14,59-15,18 % dari
PDB. Rasio ini meningkat dari rasio APBN terhadap PDB yang tertulis dalam
KEM-PPKF 2024 sebesar 13,91-15,01 %. Selain meningkatnya anggaran untuk
belanja, kisaran defisit fiskal yang dipatok dalam KEM-PPKF 2025 juga melebar menjadi
ke kisaran 2,45-2,82 persen, jauh di atas target sasaran defisit fiskal tahun
ini sebesar 2,29 %.
Ekonom Sustainable Development Indonesia (SDI), Dradjad
Wibowo, mengatakan, KEM-PPKF 2025 tersebut menunjukkan kerja ekstra keras yang
harus dilakukan tim ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terlihat dari,
target pertumbuhan dan pendapatan negara. ”Tapi memang, angka-angka itu sudah
dibahas bersama oleh Kemenkeu dan Bappenas dengan tim kecil dari Prabowo-Gibran,”
kata Dradjad, Senin. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia
Mohammad Faisal, di Jakarta, menyebut defisit fiskal yang melebar serta patokan
kisaran yield SBN tenor 10 tahun yang melonjak hingga di atas 7 % dalam
KEM-PPKF 2025 menjadi sinyal bagi pemerintahan baru untuk mengelola fiskal
dengan hati-hati. (Yoga)
Postingan Terkait
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Potensi Lonjakan Rasio Utang perlu Diwaspadai
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023