;

Sambilanku Harapanku

Sambilanku
Harapanku

Sejak lama Dewi Suryani (47) mengambil pekerjaan sampingan. Gajinya tidak kecil-kecil amat, tapi, setiap bulan, sepertiga pendapatannya harus digunakan untuk menyokong kebutuhan keluarga karena ayahnya sudah pensiun. Gajinya jadi terasa pas-pasan. Saat masih bekerja di perusahaan produsen vaksin unggas, Dewi mengambil pekerjaan tambahan sebagai penulis lepas berita hiburan di sebuah media daring. Honornya dibayar per tulisan. Dalam sebulan, ia bisa dapat Rp 2 juta. ”Ngerjain-nya habis shalat Subuh sebelum berangkat kerja atau sesudah pulang kerja,” kata Dewi di rumahnya di Pamulang, Tangsel, Kamis (25/4).

Pekerjaan itu ia dapat dari informasi teman yang lebih dulu bekerja di media tersebut. Tugas Dewi menyadur tulisan dari berita-berita hiburan situs asing. ”Selain buat nambah-nambah, ambil side job juga karena takut bosan, pekerjaan utama sudah jadi rutinitas,” ungkap perempuan lajang ini. Pekerjaan tambahan itu ia jalani dari 2012 hingga 2016. Selain itu, ia juga membantu temannya yang memiliki usaha penyelenggara acara (EO). Biasanya sebulan ia dapat satu atau dua proyek acara. Sehari dapat honor Rp 500.000. ”Biasanya acara pameran, gathering, atau pernikahan. Paling sehari-dua hari, kerjanya di Sabtu dan Minggu,” lanjut Dewi.

Analisis data Sakernas 2007-2022 menunjukkan, terjadi peningkatan jumlah warga yang mempunyai pekerjaan tambahan atau sambilan. Pada 2012, sekitar 13 juta orang atau 11,8 % dari 110,8 juta penduduk bekerja memiliki pekerjaan tambahan. Jumlah ini tumbuh menjadi 19,5 juta orang atau 14,4 % pada 2022. Pekerjaan tambahan memang memberikan tambahan penghasilan, tetapi ada tambahan pengorbanan pula yang harus diberikan, antara lain waktu dan tenaga, seperti diungkapkan Prasti (25), karyawan perusahaan kontraktor bangunan di Surabaya, Jatim. Sebagai quantity surveyor dan cost control proyek, tugas utama Prasti menghitung kebutuhan material sesuai gambar rencana.

Setiap pekan ia juga bernegosiasi dengan para mandor soal upah mingguan dan mengecek perkembangan proyek. Di sela waktunya yang terbatas, ia masih mengambil pekerjaan lepas menghitung struktur bangunan rumah. ”Lumayan, penghasilan per bulan jadi hampir dua kali gaji,” katanya semringah. Namun, konsekuensinya kadang-kadang ia harus rela kehilangan jam tidur demi mengejar tenggat waktu pekerjaan yang berdekatan. Bekerja sambilan di luar pekerjaan utama sudah dipraktikkan banyak orang, seperti guru yang menyambi ngojek, ibu rumah tangga yang memberi les tambahan, atau karyawan yang buka warung. Hal ini dinilai bagus karena dapat meningkatkan penghasilan keluarga dan mengurangi potensi jatuh ke garis kemiskinan. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :