;

Lintang Pukang Bea Cukai Berburu Denda Pembalap Malaysia

Lintang Pukang Bea Cukai Berburu Denda Pembalap Malaysia
ALIH-ALIH menunjukkan langsung isi gudang Soewarna, Bea Cukai Soekarno-Hatta hanya memperlihatkan isi ruangan tersebut melalui closed-circuit television (CCTV) kepada Tempo pada Jumat, 17 Mei 2024. Dari kamera pengawas bertarikh 16 Mei 2024 pukul 23.27 itu, terlihat enam mobil yang berselimut kain terparkir di dalam gudang. Adapun untuk tiga mobil lainnya, Bea Cukai Soekarno-Hatta mengklaim menyimpannya di ruko tanpa menjelaskan detail alamatnya. “Kalau tidak dibayar, mobil ini tidak kami lepas,” kata Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Nirwala Dwi Heryanto kepada Tempo, Selasa, 14 Mei lalu.

Sembilan mobil mewah yang terdiri atas Lamborghini, McLaren, Aston Martin, dan Rolls-Royce itu menjadi biang kisruh antara Bea Cukai dan pembalap sekaligus pengusaha asal Malaysia, Kenneth Koh Keik Lun. Kenneth Koh, 32 tahun, melaporkan Bea Cukai ke Kejaksaan Agung atas dugaan penggelapan dan penyalahgunaan kewenangan.

Musababnya, Kenneth Koh beserta kuasa hukumnya tak diperbolehkan memeriksa sembilan mobil itu ketika beraudiensi dengan Bea Cukai Soekarno-Hatta pada 3 April lalu. “Tadinya sudah sepakat untuk melihat mobil itu ketika kami mengajukan audiensi. Tapi, dengan berbagai alasan, mereka bilang tidak bisa,” kata kuasa hukum Kenneth Koh, Johny Politon. Kenneth dan Johny justru menduga gudang telah kosong sehingga Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tak bisa menunjukkan sembilan supercar tersebut. (Yetede)
Tags :
#Cukai
Download Aplikasi Labirin :