;

Kota Yogyakarta Olah Sampah di Bantul

18 May 2024 Kompas
Kota Yogyakarta Olah Sampah di Bantul

Pemkot Yogyakarta menggandeng Pemkab Bantul mengolah sampah yang belum tertangani di ibu kota DI Yogyakarta tersebut. Targetnya, 60 ton sampah dari Kota Yogyakarta dikirim ke fasilitas pengolahan di Bantul setiap hari. Kerja sama itu ditandatangani oleh kedua pihak di kantor Gubernur DIY, Kota Yogyakarta, Jumat (17/5). Hadir dalam penandatanganan itu Pj Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo dan Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. Penandatanganan disaksikan oleh Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X. Setelah penutupan TPA Piyungan pada 1 Mei 2024, Kota Yogyakarta mengalami kendala pengolahan sampah. Awalnya, TPA itu menampung sampah dari Kota Yogyakarta serta Kabupaten Bantul dan Sleman. Sejak TPA Piyungan ditutup karena penuh, tiga pemerintah kabupaten/kota harus mengelola sampahnya sendiri.

Kota Yogyakarta terbentur ketiadaan lahan dan padatnya penduduk sehingga tak memungkinkan membangun tempat pengolahan sampah berskala besar. Saat ini Kota Yogyakarta baru memiliki dua tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) yang telah beroperasi, yakni TPST Nitikan dan TPST Kranon. Satu TPST lagi masih dalam pembangunan, yakni TPST Karangmiri. Singgih mengatakan, dua TPST yang telah beroperasi itu baru bisa mengolah total 100 ton sampah per hari. Padahal, produksi sampah Kota Yogyakarta mencapai 200 ton sampah per hari. Sisa sampah itu kemudian diolah melalui kerja sama dengan pihak swasta dan Pemkab Bantul. ”Kerja sama dengan Bantul sebetulnya sudah dimulai sejak pertengahan  April lalu. Saat ini kami mengirim 30 ton sampah setiap hari untuk diolah di Bantul. Jadi, modelnya Kota Yogyakarta membeli jasa (pengolahan sampah),” ujar Singgih. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :