INTP Bisa Tumbuh tapi Terbatas
Kinerja PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) di 2024 diperkirakan masih bisa melanjutkan pertumbuhan, meski kenaikannya akan terbatas. Potensi pertumbuhan yang lebih terbatas lantaran sektor semen dinilai lebih berkaitan dengan sektor properti. Meskipun pada saat yang sama, emiten sektor semen diuntungkan dari maraknya pembangunan, termasuk proyek Ibu kota Negara (IKN). "Selama sektor properti belum kembali booming, maka pertumbuhan semen cenderung sideways," ujar Kiswoyo Adi Joe, Head of Investment Nawasena Abdhipraya Investama, Kamis (2/5). Ini tergambar dari pergerakan saham INTP yang terus tertekan. Berdasarkan RTI, harga INTP terus memerah sejak awal tahun dengan penurunan 23,14%.
Adapun saat ini harga INTP di level Rp 7.225 per saham. Analis Sinarmas Sekuritas Michael Filbery melanjutkan, INTP dapat menjaga level beban berdasarkan kontrak pembelian terbaru yang telah diperoleh perusahaan ini. INTP juga memprediksikan biaya pengemasan akan stabil pada kuartal I 2024 karena adanya penimbunan yang lebih baik selama tahun lalu. Saat ini, INTP telah mencapai penandatanganan kontrak untuk pembelian batubara DMO. INTP menargetkan untuk mengamankan setidaknya 70% cadangan batubara dari batubara DMO.
"Secara keseluruhan, untuk 2024 kami memperkirakan kenaikan harga pokok penjualan per ton sekitar 2,3% YoY," tulis Michael dalam riset 26 Maret 2024.
Di sisi lain, INTP berkomitmen untuk melakukan penyesuaian jika terjadi kenaikan biaya. Namun, kenaikan rata-rata harga jual (average selling price/ASP) lebih mungkin direalisasikan pada semester II ketika permintaan lebih solid dibandingkan dengan semester I.
"Saat ini, kami memperkirakan kenaikan ASP sekitar 2% YoY untuk INTP, sejalan dengan proyeksi kenaikan biaya per ton secara keseluruhan," sambung Michael.
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Andreas Kristo Saragih memaparkan, pertumbuhan volume penjualan semen akan didorong oleh semen curah karena pembangunan di IKN. Selain itu dari pembangunan smelter di Sulawesi, pengembangan kawasan industri baru di Kalimantan Utara serta di Kendal, Jawa Tengah. Juga proyek-proyek infrastruktur di Jabodetabek dan Jawa Barat, seperti pelabuhan Patimban, jalan tol, MRT dan LRT.
Tags :
#Industri lainnyaPostingan Terkait
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Perang Memanas, Saham Energi Kian Mendidih
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023