Bitcoin Menanti Arah Kebijakan The Fed
Pasar kripto kembali masuk ke zona bearish pada awal pekan ini. Berdasarkan CoinmarketCap, harga Bitcoin dalam sepekan terakhir turun 5,09% ke level US$ 62.364 pada Senin (29/4) pukul 19.17 WIB. Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur memprediksi, sepanjang pekan ini pasar kripto dan bitcoin akan hadapi volatilitas yang signifikan. Sebab pasar menanti hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang menentukan status suku bunga Amerika Serikat (AS) oleh Bank Sentral alias The Fed. Secara keseluruhan bitcoin telah memperpanjang kekalahan beruntunnya sepanjang pekan lalu. Pada pekan lalu, di bursa bitcopin berbasis spot alias ETF BTC-spot mengalami arus keluar bersih selama tiga pekan berturut-turut. "Meskipun ada bitcoin mengalami halving pada 20 April 2024 lalu, kata Fyqieh, Senin (29/4). Menurut Farside Investors, total arus keluar bersih pasar ETF BTC sebesar US$ 328 juta dalam pekan yang berakhir pada 26 April 2024. Sementara, pada Senin (29/4), pasar ETF BTC-spot memiliki total arus keluar bersih bulan April sebesar US$ 130,8 juta.
Sementara itu, Fyqieh menjelaskan, beberapa peristiwa ekonomi penting lain dijadwalkan sepanjang pekan ini, termasuk rilis data kepercayaan konsumen dan angka defisit perdagangan AS. Secara teknikal, apabila bitcoin berhasil menembus level US$ 64.000, maka harga BTC berpotnesi akan menguat dan dapat terus bergerak naik menuju target selanjutnya di sekitar US$ 66.000. Menurutnya, keputusan The Fed dan pernyataan Gubernur The Fed, Jerome Powell terkait optimisme tentang kebijakan penurunan suku bunga dalam waktu dekat, bisa mendorong kenaikan BTC dan mengubahnya menjadi indikasi bullish yang kuat. Secara keseluruhan, pekan ini diharapkan akan menjadi periode penting untuk bitcoin. "Dengan peluang signifikan untuk kenaikan maupun penurunan, tergantung pada bagaimana pasar merespons terhadap kebijakan The Fed, katanya. Financial Expert Ajaib Kripto, Panji Yudha mengatakan, secara teknikal bitcoin berpotensi akan menguji support terdekatnya di sekitar level US$ 58.000– US$ 60.000.
Tags :
#Crypto CurrencyPostingan Terkait
Amankan Pasokan BBM Dalam Negeri
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Pasar Dalam Tekanan
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023