Pemerintahan Baru agar Jaga Disiplin Fiskal
Sasaran rasio utang dan defisit fiskal tahun 2025 ditargetkan
”membengkak” hingga mendekati level pandemi Covid-19. Di tengah ketidakpastian
ekonomi global yang tinggi, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang baru
ditetapkan menjadi presiden dan wapres terpilih diingatkan untuk tidak kebablasan
dan perlu konsisten menjaga disiplin fiskal. Peringatan itu terkait dengan isi
dokumen Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2025. Dalam dokumen itu, target defisit
fiskal diperlebar menjadi 2,45-2,80 % terhadap PDB, naik signifikan dari posisi
defisit fiskal pada 2023 sebesar 1,66 % terhadap PDB. Target rasio utang
terhadap PDB juga meningkat signifikan dari 38,59 % pada 2023 menjadi
39,77-40,14 %.
Kedua indikator penentu disiplin pengelolaan keuangan negara
itu melebar cukup signifikan. Bahkan, rasio utang membengkak hingga melewati
tahun 2020 (39,4 % terhadap PDB) dan mendekati level tahun 2021 (40,7 %
terhadap PDB). Di periode itu, kebutuhan pengeluaran negara memang melonjak
tinggi demi menanggulangi dampak pandemi Covid-19. Menyikapi pelebaran target
fiskal tersebut, anggota Komisi XI DPR, Hendrawan Supratikno, mengingatkan
pemerintahan Prabowo-Gibran yang baru saja ditetapkan sebagai presiden-wapres
terpilih untuk tidak kebablasan dan konsisten menjaga disiplin fiskal. Komitmen
pemerintah untuk menjaga pengelolaan kas negara ditengah gejolak ekonomi global
menjadi poin penting yang disoroti DPR saat membahas RKP dan RAPBN 2025 bersama
pemerintah, pertengahan Mei 2024.
”Harus ekstra hati-hati sekali. Pendekatan janji kebijakan yang
populis seperti program yang gratis-gratis ini memang baik untuk masyarakat,
tetapi apakah kondisi (keuangan negara) kita mampu?” katanya, Rabu (24/4/2024),
merujuk pada janji kampanye Prabowo-Gibran untuk memberikan makan siang gratis
ke ibu hamil, anak sekolah, dan anak balita. Ruang fiskal atau dompet negara
memang semakin menyempit. Saat ini saja utang negara yang diwariskan oleh rezim
Jokowi ke Prabowo sudah besar. Menurut catatan Kemenkeu, jumlah utang pemerintah
per 29 Februari 2024 sebesar Rp 8.319,22 triliun. Rasio utang juga sudah naik sampai
39,06 % terhadap PDB. (Yoga)
Postingan Terkait
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Potensi Lonjakan Rasio Utang perlu Diwaspadai
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023