;

Pemerintahan Baru agar Jaga Disiplin Fiskal

25 Apr 2024 Kompas
Pemerintahan Baru agar
Jaga Disiplin Fiskal

Sasaran rasio utang dan defisit fiskal tahun 2025 ditargetkan ”membengkak” hingga mendekati level pandemi Covid-19. Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang tinggi, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang baru ditetapkan menjadi presiden dan wapres terpilih diingatkan untuk tidak kebablasan dan perlu konsisten menjaga disiplin fiskal. Peringatan itu terkait dengan isi dokumen Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2025. Dalam dokumen itu, target defisit fiskal diperlebar menjadi 2,45-2,80 % terhadap PDB, naik signifikan dari posisi defisit fiskal pada 2023 sebesar 1,66 % terhadap PDB. Target rasio utang terhadap PDB juga meningkat signifikan dari 38,59 % pada 2023 menjadi 39,77-40,14 %.

Kedua indikator penentu disiplin pengelolaan keuangan negara itu melebar cukup signifikan. Bahkan, rasio utang membengkak hingga melewati tahun 2020 (39,4 % terhadap PDB) dan mendekati level tahun 2021 (40,7 % terhadap PDB). Di periode itu, kebutuhan pengeluaran negara memang melonjak tinggi demi menanggulangi dampak pandemi Covid-19. Menyikapi pelebaran target fiskal tersebut, anggota Komisi XI DPR, Hendrawan Supratikno, mengingatkan pemerintahan Prabowo-Gibran yang baru saja ditetapkan sebagai presiden-wapres terpilih untuk tidak kebablasan dan konsisten menjaga disiplin fiskal. Komitmen pemerintah untuk menjaga pengelolaan kas negara ditengah gejolak ekonomi global menjadi poin penting yang disoroti DPR saat membahas RKP dan RAPBN 2025 bersama pemerintah, pertengahan Mei 2024.

”Harus ekstra hati-hati sekali. Pendekatan janji kebijakan yang populis seperti program yang gratis-gratis ini memang baik untuk masyarakat, tetapi apakah kondisi (keuangan negara) kita mampu?” katanya, Rabu (24/4/2024), merujuk pada janji kampanye Prabowo-Gibran untuk memberikan makan siang gratis ke ibu hamil, anak sekolah, dan anak balita. Ruang fiskal atau dompet negara memang semakin menyempit. Saat ini saja utang negara yang diwariskan oleh rezim Jokowi ke Prabowo sudah besar. Menurut catatan Kemenkeu, jumlah utang pemerintah per 29 Februari 2024 sebesar Rp 8.319,22 triliun. Rasio utang juga sudah naik sampai 39,06 % terhadap PDB. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :