;

PERIODE PASCA-LEBARAN : HARGA 4 BAHAN PANGAN TETAP MAHAL

Lingkungan Hidup Hairul Rizal 23 Apr 2024 Bisnis Indonesia
PERIODE PASCA-LEBARAN : HARGA 4 BAHAN PANGAN TETAP MAHAL

Harga rata-rata empat komoditas pangan di Tanah Air terpantau tetap naik pada pekan ketiga April 2024 atau pasca-Lebaran, di tengah upaya pemerintah menstabilkan harga pangan. Data Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperlihatkan keempat bahan pangan itu adalah daging ayam, telur ayam, daging sapi serta gula. Data itu sejalan dengan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan beberapa komoditas pangan perlu diwaspadai karena mengalami lonjakan harga pasca-Lebaran. Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyebutkan kenaikan indeks perkembangan harga (IPH) di Sumatra dominan disumbang oleh komoditas daging ayam, telur dan bawang merah, sedangkan di Pulau Jawa adalah daging ayam dan bawang merah. “Beberapa komoditas pangan yang harganya meningkat dan perlu diwaspadai karena terjadi penambahan jumlah kabupaten atau kota yaitu bawang merah, bawang putih, minyak goreng, daging ayam, dan gula pasir,” katanya dalam Rapat Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual, Senin (22/4).

Selain itu, jumlah wilayah yang mengalami kenaikan harga bawang merah pada pekan ketiga April 2024 mencapai 289 kabupaten/kota dari pekan sebelumnya hanya 236 kabupaten/kota. Hal yang sama berlaku di bawang putih dengan kenaikan harga di pekan ketiga April 2024 terjadi di 260 kabupaten/kota atau bertambah dari pekan sebelumnya hanya di 237 kabupaten/kota. “Minyak goreng juga sudah mulai merangkak naik dari 179 kabupaten/kota menjadi 186 kabupaten/kota,” katanya. Khusus harga gula pasir pada pekan ketiga April 2024 mengalami kecenderungan menanjak. Rata-rata harga gula pasir pada pekan ketiga April 2024 sebesar Rp18.028 per kg yang terpantau terjadi di 164 kabupaten/kota dari sebelumnya hanya 123 kabupaten/kota. Sementara itu, Tenaga Ahli Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Yadi Yusriadi membeberkan kenaikan harga gula pasir dipicu stok gula yang menipis. Importasi gula yang lambat diperparah oleh produksi dalam negeri yang cenderung stagnan.

Kondisi pergulaan diperburuk oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang telah menembus Rp16.200. Menurutnya, pelemahan nilai tukar itu juga berdampak pada biaya pengapalan gula impor. Akibatnya, biaya logistik hingga harga gula di pasar global yang tinggi menghambat laju pengadaan gula impor. Di sisi lain, Yadi menilai bahwa langkah pemerintah merelaksasi harga acuan penjualan gula di ritel sudah tepat. Peningkatan harga acuan gula di ritel menjadi Rp17.500 per kg dianggap dapat mendorong kenaikan harga gula petani tahun ini di tengah risiko produktivitas yang rendah. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan (Kemendag) Isy Karim mengatakan kenaikan harga gula dipicu oleh tingginya harga gula di pasar internasional. Di sisi lain, imbuhnya, musim giling tebu baru akan berlangsung pada Mei mendatang.

Tags :
#Pangan
Download Aplikasi Labirin :