;

Harga Pangan Seusai Lebaran

Lingkungan Hidup Yoga 22 Apr 2024 Kompas
Harga Pangan Seusai Lebaran

Setelah Lebaran, harga sejumlah pangan pokok mulai turun. Cukup melegakan kendati harganya masih tinggi ketimbang tahun lalu. Namun, apakah kenaikan harga akan berhenti seusai Lebaran? Beras medium, misalnya, terus turun dalam sepuluh hari terakhir. Berdasarkan Panel Harga Pangan Bapanas, harga rerata nasional beras turun 0,36 % dari Rp 14.450 per kg pada 11 April 2024 menjadi Rp 13.700 per kg pada 21 April 2024. Begitu juga dengan harga telur dan daging ayam ras. Harga rerata nasional daging ayam ras yang sempat tembus Rp 39.800 per kg pada 12 April 2024 turun menjadi Rp 38.690 per kg per 21 April 2024. Harga rerata nasional telur ayam ras per 21 April 2024 sebesar Rp 30.470 per kg. Harga telur sempat melejit Rp 32.150 per kg pada 11 April 2024.

Tahun lalu, harga rerata nasional beras medium tertinggi terjadi pada Oktober 2023, yakni Rp 13.210 per kg. Harga rerata daging ayam ras tertinggi terjadi pada Juni 2023, yakni Rp 37.950 per kg, dan telur ayam ras pada Juli 2023 sebesar Rp 30.760 per kg. Penurunan harga beras tak lepas dari panen raya padi yang semakin masif di sejumlah daerah pada Maret-April 2024. Panen raya jagung yang mulai merata di sejumlah daerah juga menjadi faktor utama penurunan harga daging dan telur ayam ras. Kendati begitu, problem harga sejumlah pangan pokok masih bakal membayangi. Bapanas masih akan menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) di tingkat petani. Pada 3 April-30 Juni 2024, Bapanas telah memberlakukan HPP GKP sementara Rp 6.000 per kg dari sebelumnya Rp 5.000 per kg.

Pada 10 Maret-24 April 2024 Bapanas merelaksasi HET beras premium menjadi Rp 14.900 hingga Rp 15.400 per kg, agar beras premium dapat dijual di ritel modern mengingat harga beli sudah di atas HET sebelumnya. Di samping itu, Kemendag berjanji akan menyesuaikan harga minyak goreng rakyat curah dan kemasan merek Minyakita paling lambat Oktober 2024. Per 19 April 2024, harga rerata nasional keduanya mencapai Rp 15.900 per liter atau di atas HET Rp 14.000 per liter. Tahun lalu, HPP gula di tingkat petani dipatok Rp 12.500 per kg, sedangkan HAP gula di tingkat eceran Rp 14.500-Rp 15.500 per kg bergantung wilayah. Akibat harganya sudah di atas HAP sebelumnya, Bapanas merelaksasi sementara, 5 April-31 Mei 2024, HAP gula menjadi Rp 17.500-Rp 18.500 per kg.

Rentetan rencana kenaikan HPP gabah dan HET beras, HPP dan HAP gula, serta HET minyak goreng akan mendorong kenaikan harga komoditas-komoditas itu. Sejumlah kalangan memperkirakan, jika konflik Iran-Israel kian meruncing, harga pangan dan energi global bakal kembali naik. Harga minyak mentah dunia diperkirakan menyentuh 100 USD per barel. Hal itu berpotensi memicu kenaikan harga pangan dan BBM di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Situasi dan kondisi tersebut akan kembali menempatkan Pemerintah Indonesia dalam posisi dilematis. Tak mudah menetapkan harga acuan pangan lantaran harus mewadahi kepentingan produsen, pelaku industri, dan konsumen. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :