Harga Pangan Seusai Lebaran
Setelah Lebaran, harga sejumlah pangan pokok mulai turun.
Cukup melegakan kendati harganya masih tinggi ketimbang tahun lalu. Namun,
apakah kenaikan harga akan berhenti seusai Lebaran? Beras medium, misalnya, terus
turun dalam sepuluh hari terakhir. Berdasarkan Panel Harga Pangan Bapanas,
harga rerata nasional beras turun 0,36 % dari Rp 14.450 per kg pada 11 April
2024 menjadi Rp 13.700 per kg pada 21 April 2024. Begitu juga dengan harga
telur dan daging ayam ras. Harga rerata nasional daging ayam ras yang sempat
tembus Rp 39.800 per kg pada 12 April 2024 turun menjadi Rp 38.690 per kg per
21 April 2024. Harga rerata nasional telur ayam ras per 21 April 2024 sebesar
Rp 30.470 per kg. Harga telur sempat melejit Rp 32.150 per kg pada 11 April 2024.
Tahun lalu, harga rerata nasional beras medium tertinggi
terjadi pada Oktober 2023, yakni Rp 13.210 per kg. Harga rerata daging ayam ras
tertinggi terjadi pada Juni 2023, yakni Rp 37.950 per kg, dan telur ayam ras
pada Juli 2023 sebesar Rp 30.760 per kg. Penurunan harga beras tak lepas dari panen
raya padi yang semakin masif di sejumlah daerah pada Maret-April 2024. Panen raya
jagung yang mulai merata di sejumlah daerah juga menjadi faktor utama penurunan
harga daging dan telur ayam ras. Kendati begitu, problem harga sejumlah pangan
pokok masih bakal membayangi. Bapanas masih akan menaikkan harga pembelian
pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) di tingkat petani. Pada 3 April-30
Juni 2024, Bapanas telah memberlakukan HPP GKP sementara Rp 6.000 per kg dari
sebelumnya Rp 5.000 per kg.
Pada 10 Maret-24 April 2024 Bapanas merelaksasi HET beras premium
menjadi Rp 14.900 hingga Rp 15.400 per kg, agar beras premium dapat dijual di ritel
modern mengingat harga beli sudah di atas HET sebelumnya. Di samping itu,
Kemendag berjanji akan menyesuaikan harga minyak goreng rakyat curah dan
kemasan merek Minyakita paling lambat Oktober 2024. Per 19 April 2024, harga
rerata nasional keduanya mencapai Rp 15.900 per liter atau di atas HET Rp
14.000 per liter. Tahun lalu, HPP gula di tingkat petani dipatok Rp 12.500 per
kg, sedangkan HAP gula di tingkat eceran Rp 14.500-Rp 15.500 per kg bergantung
wilayah. Akibat harganya sudah di atas HAP sebelumnya, Bapanas merelaksasi
sementara, 5 April-31 Mei 2024, HAP gula menjadi Rp 17.500-Rp 18.500 per kg.
Rentetan rencana kenaikan HPP gabah dan HET beras, HPP dan
HAP gula, serta HET minyak goreng akan mendorong kenaikan harga komoditas-komoditas
itu. Sejumlah kalangan memperkirakan, jika konflik Iran-Israel kian meruncing,
harga pangan dan energi global bakal kembali naik. Harga minyak mentah dunia
diperkirakan menyentuh 100 USD per barel. Hal itu berpotensi memicu kenaikan
harga pangan dan BBM di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Situasi
dan kondisi tersebut akan kembali menempatkan Pemerintah Indonesia dalam posisi
dilematis. Tak mudah menetapkan harga acuan pangan lantaran harus mewadahi kepentingan
produsen, pelaku industri, dan konsumen. (Yoga)
Postingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Amankan Pasokan BBM Dalam Negeri
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023