Pengusaha Dukung Pengetatan Impor Barang Elektronik
Sejumlah pelaku usaha domestik mendukung kebijakan pemerintah
memperketat impor barang elektronik. Bahan baku dan bahan penolong yang selama ini
banyak diimpor menjadi pekerjaan rumah berikutnya agar lebih banyak dihasilkan di
dalam negeri. Pemerintah memperketat impor
produk elektronik. Kebijakan ini dituangkan dalam Permenperin No 6 Tahun 2024
tentang Tata Cara Penerbitan Pertimbangan Teknis Impor Produk Elektronik.
Aturan tersebut dimaksudkan untuk memacu produksi industri dalam negeri. Dalam
aturan itu, 78 barang elektronik dibatasi impornya. Di antaranya pompa air,
lemari pendingin, mesin cuci, pemanas air, pelantang suara dan penyangganya,
serta monitor dan proyektor. Sekjen Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel)
Daniel Suhardiman, Rabu (17/4) menyambut baik kehadiran peraturan ini.
Ia berharap, pengaturan masuknya barang impor elektronik bisa
mendorong serapan pasar produk elektronik dalam negeri. Selama ini, industri
elektronik dalam negeri belum jadi tuan rumah di negeri sendiri. Mengutip
Sistem Informasi Industri Nasional, kapasitas produksi AC dalam negeri, mencapai
2,7 juta unit pada 2023. Namun, realisasinya hanya 1,2 juta unit atau hanya 43 %.
Impor produk AC pada 2023 menembus 3,8 juta unit. Persoalan daya saing
industri, menurut Daniel, tidak bisa selesai hanya dengan tata niaga impor.
Masih ada masalah lain, seperti lemahnya industri hulu elektronik yang
menghasilkan bahan baku dan komponen inti industri hilir. Akibatnya, industri
elektronik masih harus mengimpor bahan baku produksi. Hal ini belum memberikan
efisiensi skala produksi bagi industri hilir elektronik. (Yoga)
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Lubang di Balik Angka Manis Surplus Perdagangan
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
Substitusi Impor Tekstil Jangan Cuma Wacana
Kemungkinan Pemerintah Membuka Opsi Impor Gas
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023