;

TEMUAN MEDIA SOSIAL : Premi dan Oknum Nakal Dominasi Perbincangan Asuransi

Ekonomi Hairul Rizal 25 Mar 2024 Bisnis Indonesia
TEMUAN MEDIA SOSIAL : Premi dan Oknum Nakal Dominasi Perbincangan Asuransi

Layanan asuransi baik, asuransi jiwa dan asuransi kerugian dibutuhkan oleh masyarakat untuk memberikan perlindungan dan jaminan atas aset yang mereka miliki. Namun, isu mengenai premi dan oknum ‘nakal’ dalam bisnis asuransi perlu menjadi perhatian kalangan penyedia jasa. Temuan NoLimit Indonesia, entitas yang memantau perbincangan di media sosial, persepsi masyarakat terhadap asuransi cukup baik. Dari 25.210 pembicaraan di media sosial yang dipantau sepanjang Februari 2024, sebanyak 86% sentimen pembicaraan di lingkup asuransi cenderung netral. Sementara itu, sebanyak 10% sentimen bernada positif dan 4% lainnya bernada negatif. “Sentimen didominasi oleh netral sebesar 86% dikarenakan banyaknya netizenyang memberikan informasi terkait asuransi. Pembicaraan tertinggi terjadi pada tanggal 20 Maret 2024 dikarenakan terdapat pembicaraan terkait asuransi syariah yang dinilai memiliki potensi tinggi,” kata CEO NoLimit Indonesia, Aqsath Rasyid Naradhipa pada Jumat (22/3). Dalam perbincangan di media sosial tersebut, katanya, sentimen positif terkait dengan asuransi mencakup apresiasi kepada perusahaan yang memberikan asuransi kepada pegawai sekitar 800 pembicaraan, lalu kemudahan dalam klaim asuransi sekitar 300 pembicaraan, pilihan terhadap asuransi syariah, lalu antusiasme terhadap asuransi digital, dan kenaikan aset di industri asuransi. Adapun, sebanyak 10% netizen yang membicarakan asuransi secara positif terutama menyangkut kemudahan pada saat darurat apabila memiliki layanan asuransi. Hal positif lainnya yakni menjamin keselamatan jiwa dan masa tua. Sementara itu, netizenyang berbincang soal asuransi dengan sentimen negatif terutama didominasi oleh kekhawatiran terhadap nilai premi yang mahal, kesulitan dalam proses klaim, banyaknya kasus penipuan, banyaknya asuransi yang tidak jelas, dan kesulitan dalam menghubungi agen. Khusus untuk asuransi kerugian, 82% responden menyebut sangat membutuhkan. Sedangkan 18% menyebut belum membutuhkan. Segmen masyarakat yang menaruh minat terhadap asuransi kerugian dengan alasan menjaga aset yang dimiliki (34%), melakukan klaim pada saat darurat (28%), meminimalkan kerugian (26%), dan menjaga tabungan saat ada musibah (12%). Jenis asuransi kerugian yang diminati masyarakat dari temuan NoLimit yakni asuransi kendaraan (58%), asuransi kecelakaan diri (36%), asuransi properti (5%), dan sisanya asuransi pengangkutan. Sementara itu, temuan Populix yang dikumpulkan Data Indonesia, sebanyak 73% responden menyebut pen-tingnya asuransi. Hanya 5% responden yang menyatakan asuransi tidak penting, dan sisanya cenderung netral.

Tags :
#Asuransi
Download Aplikasi Labirin :