Beban Hidup Nelayan Semakin Berat
Kondisi nelayan di Indonesia kian sulit, terutama nelayan
kecil dan tradisional. Biaya kebutuhan hidup yang meningkat semakin timpang
dengan pendapatan nelayan yang kian menyusut. Data BPS memaparkan, nilai tukar
nelayan (NTN) terus melandai dalam enam bulan terakhir. Pada Februari 2024 NTN
tercatat sebesar 101,59 atau turun 0,15 % dibandingkan dengan Januari 2024 yang
101,74. Tren penurunan NTN mulai terlihat sejak September 2023 yang tercatat
105,64, pada Oktober 2023 sebesar 104,84, kemudian pada November turun ke
103,52, dan di Desember 2023 menjadi 102,46.
Sekjen Serikat Nelayan Indonesia Budi Laksana mengungkapkan,
terdapat sejumlah faktor yang membebani penghidupan nelayan, antara lain harga
bahan kebutuhan pokok yang terus meningkat serta biaya melaut yang tinggi
karena sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi. Nelayan kecil terpaksa membeli BBM
secara eceran dengan harga lebih tinggi. Sementara harga jual ikan dari hasil
melaut justru menurun. ”Pengeluaran tidak sebanding dengan pemasukan. Kebutuhan
biaya nelayan semakin tinggi, sedangkan pendapatan berkurang karena harga jual ikan
turun. Ini membuat beban nelayan bertambah,” ujar Budi saat dihubungi, Senin
(4/3). (Yoga)
Postingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023