INFRASTRUKTUR KETENAGALISTRIKAN : URAT NADI SETRUM DI LINTAS BATAS
Kehadiran jaringan infrastruktur ketenagalistrikan 150 kilovolt Tanjung Selor—Tana Tidung diharapkan dapat memperluas pemerataan energi setrum di Provinsi Kalimantan Utara, sekaligus menciptakan sumber-sumber ekonomi baru.
Tak ayal, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) terus melakukan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di tanah Borneo. Salah satu proyek strategis yang sedang berlangsung adalah interkoneksi sistem kelistrikan Kalimantan Timur (Kaltim)—Kalimantan Utara (Kaltara) yang akan meningkatkan pasokan setrum ke dua provinsi tersebut. General Manager PLN UIP KLT Raja Muda Siregar mengungkapkan bahwa interkoneksi ini sudah memberikan manfaat bagi masyarakat di Kabupaten Bulungan, Kaltara yang kini dapat menikmati daya listrik dari pembangkit di Kaltim lewat Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Tanjung Redeb—Tanjung Selor. Namun, kini pembangunan backboneitu diperpanjang hingga ke Tidang Pale, Kabupaten Tana Tidung, Kaltara. “Melalui pembangunan SUTT 150 kV Tanjung Selor—Tidang Pale, PLN UIP KLT berupaya dalam memberikan daya listrik yang andal dan prima,” ujarnya dalam keterangan resminya, Kamis (29/2).
Oleh sebab itu, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Kalimantan merupakan respons PLN UIP KLT terhadap pertumbuhan permintaan listrik yang terus meningkat di wilayah ini. Dia berharap bahwa dengan tersedianya sistem kelistrikan yang kuat dan andal, maka tidak akan ada lagi defi sit daya yang menghambat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, pemerataan jaringan kelistrikan menjadi isu yang disoroti oleh Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang sejak awal tahun ini. Pada awal Januari, bahkan dia secara simbolis memberikan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara kepada masyarakat, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan.
Zainal mengungkapkan bahwa di Kaltara, masih banyak rumah tangga tidak mampu yang belum memiliki sambungan instalasi rumah dengan sumber listrik dari PLN. Pemprov Kaltara juga terus berupaya meningkatkan rasio elektrifi kasi dengan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk desa-desa yang belum terjangkau jaringan listrik. Selama 2020—2023, program ini telah menjangkau ratusan kepala keluarga (KK). Perinciannya, 2020 dialokasikan 85 KK, 2021 ada 150 KK, 2022 sebanyak 50 KK, dan 2023 sekitar 300 KK. Khusus tahun lalu, Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Nunukan menjadi prioritas utama.
“Saat ini kita sedang memetakan lokasi pemasangan listrik di semua kabupaten/kota se–Kaltara, Bulungan, Tarakan, Malinau, Nunukan dan Tana Tidung,” kata Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara Abdul Muis.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023