Perputaran Uang Tertahan Gejolak Harga Pangan
Momentum bulan puasa dan Lebaran diperkirakan mengerek perputaran uang di dalam negeri. Namun, pertumbuhannya bisa jadi melandai lantaran dipengaruhi sejumlah kondisi terkini di tingkat nasional dan global, mulai dari ketidakpastian pasar hingga eskalasi harga sejumlah bahan pangan. Salah satu indikasi perputaran uang tecermin dari kenaikan jumlah uang tunai yang disiapkan Bank Indonesia (BI). Untuk momentum Ramadan dan Idulfitri 2024, bank sentral menyiapkan uang tunai senilai Rp 197,6 triliun, tumbuh 4,55% periode Ramadan dan Idulfitri 2023 yang sekitar Rp 189 triliun. Meski demikian, pertumbuhan itu melambat ketimbang tahun lalu yang sebesar 4,88% year on year (yoy).
Deputi Gubernur BI Doni P. Joewono belum lama ini mengatakan, melambatnya pertumbuhan uang tunai Ramadan dan Idulfitri tahun ini seiring akseptasi digital yang juga meningkat di masyarakat. Selain semakin banyaknya transaksi digital, Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) Ronny P Sasmita melihat, ada potensi perputaran uang periode puasa dan Lebaran tahun ini melandai lantaran harga sejumlah kebutuhan pokok masih meroket. Namun, dia tak bisa memproyeksikan besaran perputaran uang itu. Namun, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menghitung, potensi kenaikan perputaran uang selama bulan puasa tahun ini bisa mencapai dua digit. Meski di tengah meningkatkan akseptasi digital yang mendorong transaksi cashless, David melihat penarikan uang tunai tetap akan meningkat pada periode tersebut. Menurut dia, apapun jenis uangnya, yang terpenting adalah uang tersebut berputar atau digunakan untuk berbagai transaksi ekonomi.
Jika perputaran uang makin kencang, maka jumlah uang beredar dalam arti luas (M2) juga bakal meningkat. Muaranya, kenaikan pertumbuhan ekonomi. Sebagai gambaran, uang beredar pada Ramadan tahun lalu yang jatuh pada bulan Maret, tercatat sebesar Rp 8.293,6 triliun. Jumlah ini tumbuh 6,2% yoy. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bertepatan dengan adanya dua momentum tersebut tepatnya pada kuartal II-2023, tercatat sebesar 5,17% yoy, melanjutkan historis selama ini bahwa Ramadan dan Idulfitri mengerek pertumbuhan ekonomi ke level puncaknya di sepanjang tahun berjalan.
Postingan Terkait
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
24 Jun 2025
Afrika Tunjukkan Inovasi Pembayaran Bebas Dolar
21 Jun 2025
Transaksi Digital Melaju Kencang
21 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023