Biaya Kredit Diproyeksi Turun, Positif Buat Laba
Perbankan optimistis biaya kredit tahun ini akan melanjutkan tren penurunan. Meski outstanding kredit restrukturisasi Covid-19 masih terbilang besar, namun para bankir yakin akan terjadi soft landing saat relaksasi restrukturisasi berakhir pada 31 Maret 2024. Optimisme tersebut seiring dengan semakin berkurangnya jumlah kredit berisiko alias loan at risk (LAR). Berdasarkan data OJK, jumlah restrukturisasi Covid-19 pada akhir 2023 masih ada Rp 265,7 triliun, tetapi sudah berkurang signifikan dari Rp 469 triliun pada 2022. Adapun LAR industri perbankan menyusut ke level 10,94% di 2023 dari 14,05% pada 2022. Tahun lalu, bank-bank menengah dan besar kompak mencatat penurunan biaya kredit. BCA misalnya mencatat penurunan dari 0,7% pada 2022 jadi 0,3% pada 2023. Lalu Bank Mandiri susut dari 1,4% ke 0,85%, BNI turun dari 1,9% jadi 1,4%, BRI turun dari 2,55% jadi 2,38%, BTN susut dari 1,4% ke 1,2%, dan CIMB Niaga turun dari 1,85% jadi 1,03%. Direktur Manajemen Risiko Bank BTN Setiyo Wibowo mengatakan, penurunan biaya kredit terjadi karena kualitas kredit baru lebih baik, jumlah kredit restrukturisasi Covid-19 turun, serta rasio LAR dan non performing loan (NPL) susut. "Kami akan menjaga biaya kredit bertahan di level 1,1%-1,2% tahun ini," ucap Setiyo, Rabu (21/2). Sekretaris Perusahaan BRI Agusta Hendy Bernadi mengatakan, pihaknya terus berupaya menurunkan LAR sebelum berubah jadi NPL. Sementara mengantisipasi berakhirnya relaksasi, BRI sudah melakukan downgrade terhadap kredit yang dinilai tak dapat diselamatkan sebagai bagian dari strategi soft landing. Restrukturisasi Covid-19 Bank CIMB Niaga juga tersisa kecil dan diperkirakan tak akan memberatkan NPL. Bank ini menargetkan biaya kredit di 1,0%-1,1%. “Sejak tahun lalu, kami fokus pada perbaikan kualitas aset sebagai persiapan pertumbuhan kredit,” kata Lani Darmawan, Presiden Direktur CIMB Niaga. OJK juga memandang perbankan sudah siap menghadapi berakhirnya relaksasi restrukturisasi Covid-19, tercermin dari tingkat pencadangan masing-masing bank. “Jadi seharusnya tak ada isu lagi terkait itu,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae.
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
KB Bank Raih Fasilitas Pinjaman Rp 3 Triliun
28 Jun 2025
Geopolitik Memanas, Bisnis Bank Emas Mengkilap
26 Jun 2025
Melonjaknya Rekening Macet Pinjaman Daring
24 Jun 2025
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
23 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023