;

Memetik Manfaat sebagai Petugas Survei

Memetik Manfaat sebagai Petugas Survei

Kesuksesan hitung cepat Litbang Kompas tak luput dari peran penting lebih dari 2.000 petugas lapangan dan war room (ruangan hitung cepat) yang hampir seluruhnya mahasiswa. Selain mendapat uang saku, mereka mendapat banyak manfaat dari keterlibatan mereka dalam hitung cepat dan survei. Grace Efata (24), tenaga lepas hitung cepat Litbang Kompas asal Bekasi, mendapat banyak pengalaman berharga saat menjadi bagian dari tim survei Litbang Kompas. Ia telah terlibat dalam berbagai proyek, termasuk survei debat capres-cawapres yang lalu, survei dari klien, serta Survei Kepemimpinan Nasional (SKN) Kompas.

Grace pertama kali mengetahui kesempatan menjadi tenaga lepas survei Litbang Kompas melalui sebuah blog. Penulis blog berbagi pengalaman menjadi petugas survei hitung cepat Litbang Kompas pada Pemilu 2019, yang menumbuhkan rasa penasaran Grace. Ia pun mendaftar sebagai tenaga lepas hitung cepat dan diterima. ”Motivasi aku ikut pekerjaan sampingan ini sebenarnya memperluas jaringan kerja, pengalaman juga tentunya,” ujar Grace, Senin (12/2). Bagi Grace, pengalaman ini juga meningkatkan keterampilan dalam percakapan.

Maulana Yusuf Iskandar (24) sebelumnya pernah terlibat dalam survei Litbang Kompas. Ia mendapatkan informasi awal dari temannya. Maulana terlibat dalam pekerjaan lepas sebagai petugas survei untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Jika ada panggilan, dengan senang hati ia akan mendaftarkan diri lagi. Uang saku yang ia terima bervariasi tergantung dari kerumitan survei, antara Rp 300.000 dan Rp 600.000 untuk satu proyek, yang menurut Maulana dan petugas survei lainnya cukup sepadan. Apalagi, mereka juga mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru yang tidak bisa dinilai dengan uang. Selain itu, mereka bisa merasakan kebersamaan dengan petugas survei lainnya dari kampus-kampus berbeda. (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :