;

Langkah Ekonomi Jepang

Ekonomi Yoga 17 Feb 2024 Kompas
Langkah Ekonomi Jepang

Ekonomi Jepang tengah menghadapi masalah. Problem mereka sepertinya di berbagai sisi. Sama-sama terpangkas pertumbuhannya, perekonomian Jepang lebih buruk dari Jerman. Dampaknya, Jepang yang menyerap rata-rata 10 % ekspor Indonesia itu kini disingkirkan Jerman dari tiga besar negara terkaya. Kabinet Jepang pada Kamis (15/2) mengungkap, total PDB Jepang 2023 bernilai 4,21 triliun USD, sementara PDB Jerman 4,46 triliun USD. Karena itu, Jerman kini menjadi negara terkaya ketiga setelah AS dan China (Kompas.id, 15/2/2024). Salah satu penyebab rendahnya PDB Jepang adalah nilai tukar mata uang yang melemah sekitar 100 % selama satu dekade. Akibatnya, sebenarnya PDB mereka dalam yen tetap tinggi, tetapi dalam USD terus terpangkas. Penurunan nila tukar ini otomatis menurunkan nilai PDB Jepang dalam USD lebih rendah.

Konsumsi dalam negeri Jepang dilaporkan turun. Pengeluaran untuk makan di luar, transportasi, dan layanan hiburan meningkat seiring peningkatan jumlah orang yang bepergian, tapi terjadi penurunan di berbagai pengeluaran, seperti makanan dan perumahan. Ekspor Jepang juga mulai mengalami masalah. Ekspor andalan Jepang, yaitu produk otomotif, juga mulai tersaingi oleh China. Sepanjang 2023, Jepang mengekspor 4,42 juta unit kendaraan. Sebaliknya, berdasarkan data Asosiasi Produsen Mobil China, Beijing mengekspor 4,91 juta unit kendaraan. Data ini menjadi tanda bahwa industri otomotif Jepang mulai terdisrupsi. Apalagi, pasar China yang merupakan pasar produk otomotif Jepang tengah mengalami pelemahan. Dampaknya dikhawatirkan akan menekan industri otomotif Jepang. Jepang membutuhkan langkah lebih besar lagi agar kembali menjadi tiga besar kekuatan ekonomi dunia. Mereka membutuhkan terobosan kebijakan ekonomi di berbagai bidang agar masalah mendasar segera selesai. (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :