Kinerja Perbankan Besar Masih Terus Berkibar
Kabar baik bagi investor perbankan, kinerja keuangan bank-bank besar sepanjang 2023 tetap tampil ciamik. Mereka masih mencetak rekor laba dengan pertumbuhan mengesankan. Menurut sejumlah analis, kinerja impressif tersebut bakal mendongkrak performa sahamnya ke depan. Para bankir dari bank kakap optimistis prospek bisnis tahun 2024 akan tetap cerah meski ada perhelatan tahun politik. Mereka tetap percaya diri melakukan ekspansi dengan memasang target pertumbuhan kredit tetap tinggi. Walau tren suku bunga masih naik, bank-bank besar menargetkan margin bunga bersih (NIM) tetap berada dikisaran realisasi tahun lalu. Mereka yakin karena struktur pendanaan mereka didominasi oleh dana murah dan likuiditasnya masih di level aman. Bank Mandiri misalnya, menargetkan kredit tumbuh di kisaran 10%-15% tahun ini. NIM dibidik ada di kisaran 5,3%-5,5%, sedangkan tahun lalu realisasinya 5,48%. “Kami akan terus melanjutkan strategi pertumbuhan kredit tahun 2024. Salah satu sumber pertumbuhannya berasal dari industru makanan dan minuman, industri kesehatan, serta pertanian dan perkebunan.” kata Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi, Rabu (31/1). Senada, Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA juga optimistis menghadapi 2024. Ia menyebut peluang bisnis tahun ini tetap bagus. Hal itu terefleksi dari realisasi kredit BCA pada kuartal IV 2023 yang tumbuh 5,8% secara kuartalan.
Hampir separuh pertumbuhan kredit BCA tahun lalu terjadi di triwulan terakhir yang notabene sudah mendekati tahun pemilu. Capaian di kuartal IV itu menjadi penanda bagi BCA bahwa prospek kredit tahun ini tetap bagus. Ia bilang, permintaan kredit di BCA masih sangat besar, terutama untuk kredit investasi. Sepanjang 2023, BRI masih bertahan sebagai pencetak laba tertinggi, yakni Rp 60,1 triliun atau tumbuh 17,5% secara tahunan. Namun, dari sisi laju pertumbuhan, Bank Mandiri tampil menjadi jawara dengan pertumbuhan sebesar 33,7% menjadi Rp 55 triliun. Disusul, BCA yang tumbuh 19,4% menjadi Rp 48,6 triliun. Analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto memperkirakan kinerja fundamental bank-bank besar akan mempengaruhi kinerja sahamnya. Itu lantaran kapitalisasi pasar dan jumlah saham mereka yang bereda di publik sangat besar. Sementara itu, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta mengapresiasi perolehan laba bank-bank besar itu meski suku bunga acuan sudah naik tinggi. Prediksinya, kinerja saham bank besar bakal mengalami tren positif karena biasanya dividen yang mereka bagikan besar. Head of Investment PT Reswara Gina Investa Kiswoyo Adi Joe memperkirakan kinerja bank-bank besar akan berlanjut tumbuh positif seiring adanya ruang penurunan suku bunga acuan tahun ini.
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
KB Bank Raih Fasilitas Pinjaman Rp 3 Triliun
Kopdes Merahputih mendapat dukungan Bank Mandiri
Geopolitik Memanas, Bisnis Bank Emas Mengkilap
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023