;

ENERGI, Nikel, LFP, dan Eksplorasi Litium

31 Jan 2024 Kompas
ENERGI, Nikel, LFP, dan
Eksplorasi Litium

Kabar ditinggalkannya baterai kendaraan listrik berbahan baku nikel dan berkembangnya baterai lithium ferro-phosphate atau LFP berembus kencang pasca debat keempat pemilihan presiden pada Minggu (21/1). Terlebih, harga nikel menunjukkan tren penurunan. Namun, kalangan pengamat menilai kedua teknologi itu berpotensi dikembangkan. Selama ini Indonesia sejatinya telah banyak memproduksi produk nikel, seperti feronikel, nickel pig iron (NPI), dan nickel matte, yang kemudian diarahkan menjadi baja nirkarat (stainless steel). Namun pemerintah mengarahkan untuk dijadikan mixed hidroxyde precipitate (MHP) untuk diolah menjadi nikel dan kobal sulfat yang nantinya menjadi bahan baku baterai kendaraan listrik. Baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dari nikel itu salah satunya ialah nickel manganese cobalt (NMC).

Di sisi lain, juga berkembang LFP. Dengan biaya lebih tinggi ketimbang LFP, NMC memiliki keunggulan, yaitu jarak tempuh yang lebih tinggi dan kapasitas lebih besar. Umur baterai LFP lebih panjang dari NMC. Harga LFP lebih murah 20-30 % dari NMC. Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Rizal Kasli berpendapat, ke depan, teknologi akan terus berkembang. Semua jenis baterai pun memiliki plus minusnya. ”LFP memang lebih murah, tetapi ada isu di recycle-nya. Dia kurang ekonomis. Negara-negara di Eropa dan AS kurang tertarik, tetapi di China berkembang pesat,” kata Rizal, akhir pekan lalu. Jika satu jenis baterai berkembang, bukan berarti jenis lainnya tergantikan. Jenis baterai yang ada akan sama-sama berkembang.

Bahkan, bisa jadi ke depan baterai karbon ganda juga berkembang, yang juga bakal memengaruhi harga kendaraan listrik. Analis Industri dan Regional PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Ahmad Zuhdi Dwi Kusuma mengatakan, dengan harga yang lebih murah dari baterai nikel saat ini, tren penggunaan LFP diperkirakan tinggi. Itu bukan berarti nikel ditinggal. Hingga saat ini, nikel masih dianggap lebih unggul sebagai bahan baterai listrik dalam perakitan mobil listrik bagi pasar kelas atas. Baterai yang menggunakan nikel diandalkan karena densitas energinya memberi rangka jarak tempuh tinggi. Adapun LFP diandalkan untuk perakitan mobil listrik pasar kelas menengah dengan harga yang lebih murah. (Yoga)

Tags :
# #Nikel
Download Aplikasi Labirin :