Beban Berat Proyek Tanggul Laut
PEMERINTAH berambisi membangun tanggul pantai dan tanggul laut atau giant sea wall yang ditargetkan selesai pada 2030. Proyek ini diproyeksikan untuk membentengi Teluk Jakarta dari kenaikan permukaan air laut. Juru bicara Kementerian Koordinator Perekonomian, Haryo Limanseto, mengatakan keberadaan proyek tersebut sangat penting untuk melindungi aktivitas perekonomian.
“Pembiayaan (proyek) dibagi secara bertahap sesuai dengan kebutuhan saat ini dan mendatang,” kata Haryo kepada Tempo, Kamis, 11 Januari 2024. Proyek GSW terbagi menjadi tiga bagian, yakni fase A, fase B, dan fase C. Pembangunan dua fase pertama membutuhkan anggaran Rp 164,1 triliun, sedangkan fase ketiga belum diketahui kebutuhannya. Pembangunan tahap satu diklaim sudah mulai berjalan.
Pada fase pertama tersebut, pemerintah membangun tanggul pantai dan sungai sepanjang 120 kilometer yang menelan total dana Rp 16,1 triliun. Sumber anggarannya berasal dari dua institusi. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyumbang Rp 10,3 triliun serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutupi sisanya sebesar Rp 5,8 triliun. Pada tahap awal, pembangunan tanggul diprioritaskan di lokasi yang dianggap kritis sepanjang 44,2 kilometer. Dari jumlah itu, pemerintah mengklaim sudah membangun tanggul sepanjang 10,9 kilometer. (Yetede)
Postingan Terkait
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
28 Jun 2025
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
25 Jun 2025
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
24 Jun 2025
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
24 Jun 2025
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
23 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023