Investor Menanti Realisasi Insentif Lanjutan
Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan, Frankie Wijoyo Prasetio, memperkirakan pasar saham masih akan bergejolak sepekan ke depan karena dampak ekonomi akibat pandemi virus corona meningkat. Menurut dia, investor menanti realisasi kebojakan insentif fiskal dan moneter lanjutan dari pemerintah serta Bank Indonesia.
Menurut Frankie, wabah corona membuat indeks harga saham di seluruh dunia melorot, termasuk BEI. Tapi, kata dia, kepercayaan investor masih ada. Frankie merujuk pada perdagangan saham akhir pekan lalu yang akhirnya ditutup menguat 4,76 persen. Untuk pekan ini, Frankie memperkirakan level support dan resistance berada pada rentang yang jauh karena kondisi pasar masih bergejolak, yaitu pada 4.220 - 4.680. Pemerintah dan Bank Indonesia pun sudah merilis beberapa stimulus untuk mendorong aktivitas ekonomi di tengah wabah corona, seperti program bantuan langsung tunnai, pelonggaran rasio kredit usaha kecil dan menengah, hingga penerbitan surat utang Recovery Bond untuk diserap otoritas moneter dan investor. Ekonom senior Indef, Mohamad Fadhil Hasan, mengatakan strategi pemerintah memperbanyak stimulus berada di jalur yang benar. Namun kata dia perlu ada percepatan implementasinya. Fadhil memberi contoh penjualan Recovery Bond untuk mendapat dana segar harus didului dengan perubahan UU nomor 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia. Jika aturan itu tidak diubah, BI hanya boleh membeli obligasi di pasar sekunder.
Tags :
#InvestorPostingan Terkait
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023