;

Fakta Baru di Insiden Smelter Morowali

Fakta Baru di Insiden Smelter Morowali
Penyebab kebakaran yang disertai ledakan tungku smelter nikel milik PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di Morowali, Sulawesi Tengah, perlahan-lahan tersibak. Dua pekerja di kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), lokasi fasilitas pemurnian hasil tambang Tsingshan, menceritakan kronologi insiden yang menewaskan 19 pegawai tersebut. Seorang pekerja di salah satu tenant IMIP mengungkapkan tungku smelter feronikel nomor 41 milik PT ITSS yang meledak itu awalnya rusak dan diduga mengalami kebocoran. Manajemen ITSS kemudian memerintahkan dilakukan pengelasan untuk menambalnya.

Namun proses penambalan tungku tersebut dilakukan tergesa-gesa, hanya berselang dua hari setelah proses pendinginan atau pemutusan aliran listrik. Saat itu di dalam tungku diduga masih tersisa molten slag atau terak cair nikel yang panas. “Perbaikan sudah dilakukan, padahal masih dalam tahap pendinginan,” kata pegawai yang memahami detail teknis pengelolaan smelter itu kepada Tempo, Kamis, 28 Desember 2023. Menurut dia, merujuk pada prosedur perbaikan, terak cair dalam tungku semestinya dikuras lebih dulu hingga tak ada slag yang tersisa.

Setelah perapian kosong, aliran listrik ke tungku harus dimatikan untuk memastikan tidak terjadi proses pembakaran.  Langkah selanjutnya, tungku didinginkan. Proses pendinginan ini membutuhkan waktu paling singkat tujuh hari untuk kemudian dimulai proses perbaikan tungku. “Proses pendinginan itu bertujuan memastikan sisa cairan dalam tungku akan membeku,” katanya. Menurut dia, seluruh tahapan dalam prosedur perbaikan tungku tersebut tak boleh diabaikan. Sedikit saja prosedur tak dipatuhi, bisa memantik kebakaran di fasilitas produksi. (Yetede)


Tags :
#Bencana
Download Aplikasi Labirin :