Rendah Realisasi Penyaluran Kredit
Elly Sulistyowati, pelaku usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Surabaya, mengeluhkan sulitnya mengajukan kredit usaha rakyat (KUR), terutama pasca-pandemi Covid-19. Perempuan yang menekuni usaha bidang fashion itu mengatakan pengajuan pinjamannya yang terakhir ditolak karena ia dinilai tidak layak dan tak lancar melunasi pembayaran pinjaman sebelumnya di salah satu bank pelat merah. “Saya pernah mengajukan keringanan pembayaran karena usaha yang sedang tidak jalan ketika pandemi, dan itu disetujui oleh pihak bank. Tapi, setelah usaha membaik, pembayaran lancar dan sudah lunas,” ujar Elly kepada Tempo, kemarin.
Menurut Elly, pihak bank mempertanyakan kemampuannya melunasi kewajiban pada pinjaman berikutnya karena memiliki rekam jejak sebagai peserta program restrukturisasi atau keringanan kredit pada masa pandemi. “Saya kecewa karena itu ternyata sama saja dianggap tidak lancar sampai saya tak bisa pinjam lagi.” Kesulitan yang sama dirasakan oleh pelaku UMKM lain di Surabaya, Arie Bintarti. Pengajuan KUR miliknya ditolak bank karena pernah memiliki rekam jejak pinjaman serupa. “Kalau sudah pinjam, katanya tidak boleh pinjam lagi,” ucapnya.
Arie mendapat pinjaman KUR pada 2016 sebesar Rp 50 juta, dengan agunan berupa kendaraan bermotor dan tenor pelunasan selama dua tahun. Dia mengatakan pinjaman KUR sangat membantu usaha pakaian yang dirintisnya. Karena itu, dia berencana meminjam kembali. Realisasi penyaluran KUR tahun ini memang cenderung rendah, tak seperti tahun-tahun sebelumnya yang selalu mendekati 100 persen. Pada 2022, misalnya, realisasi penyaluran KUR sebesar 97,95 persen. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, realisasi penyaluran KUR per 28 Desember 2023 sebesar Rp 256,10 triliun atau 86,23 persen dari target Rp 297 triliun kepada 4,58 juta debitor. Dengan demikian, dalam hitungan hari sebelum 2023 berakhir, masih ada anggaran KUR tersisa sebesar Rp 40 triliun. (Yetede)
Tags :
#KreditPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
09 Feb 2026
Regulasi Perumahan perlu direformasi
26 Jun 2025
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
24 Jun 2025
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
23 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023