;

Bank BUMN Penting dalam Pembiayaan

Ekonomi Yoga 26 Dec 2023 Kompas
Bank BUMN Penting
dalam Pembiayaan

Bank BUMN punya peran sebagai katalis positif pendorong perbankan nasional lain untuk mendukung pembiayaan transisi energi. Pemerintah tengah mematangkan kebijakan penyaluran kredit bunga rendah lewat bank pelat merah sebagai stimulus ekosistem energi terbarukan dari sisi penawaran. Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menilai, perbankan punya peran vital dalam mendanai proyek transisi energi. Pasalnya, porsi pendanaan untuk mencapai target transisi energi terlalu jumbo jika hanya dibebankan pada APBN dan APBD. Berdasarkan hitungan Laporan Pembaruan Dua Tahunan (Biennial Update Report/BUR), Indonesia memerlukan pendanaan lebih dari Rp 4.000 triliun untuk mencapai target penurunan emisi gas rumah kaca,termasuk untuk agenda transisi energi, sesuai dengan dokumen kontribusi nasional (NDC) pada 2030.

”Potensi pendanaan transisi energi lewat perbankan masih sangat besar. Jika bank BUMN dapat digerakkan, risiko kredit proyek hijau menjadi lebih baik. Ini juga menjadi katalis bagi bank non-BUMN dan bank lebih kecil untuk proyek transisi energi,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Senin (25/12). Peran perbankan saat ini dalam mendanai proyek energy hijau di Indonesia sudah jauh lebih baik dengan adanya sistem klasifikasi dari OJK bernama taksonomi hijau. Klasifikasi ini berisi daftar kegiatan ekonomi ramah lingkungan yang dapat menjadi pedoman bagi sektor perbankan dalam menambah portofolio hijau mereka. Meski begitu, lanjut Fabby, pemerintah tetap perlu mendorong bank BUMN sebagai motor penggerak pendanaan transisi energi. Ia melihat skala bank pelat merah, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, sangat besar untuk memberikan pinjaman bagi proyek berkelanjutan. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :