Jepang Rawan Tergerus
20 Dec 2023
Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Penetrasi mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) bakal kian masif, seiring derasnya kucuran insentif fiskal pemerintah yang membuat harga produk ini turun tajam dan kehadiran sang raksasa BYD asal China. Kondisi ini bisa menggerus dominasi para pemain otomotif Jepang. Pekan lalu, pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres), dan 80% selepas 2026o 79 Tahun 2023, sebagai revisi dari Perpres No.55 Tahun 2019 tentang Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik berbasis baterai (KBLBB). Poin penting aturan ini, syarat tingkat komponen dalam negeri (TKDN) BEV 40% mundur menjadi 2026, lalu 60% pada 2027-2029, dan 80% pada 2030. Sebelumnya, TKDN BEV 40% ditetapkan pada 2023, 60% 2024-2025, dan 80% selepas 2026. Pemenuhan TKDN merupakan syarat utama pabrikan mendapatkan insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) 0%. (Yetede)
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
09 Feb 2026
Optimalkan Kekuatan Ekonomi Domestik
30 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023