LAYANAN KESEHATAN, Sakit Susah, Mati Juga Susah
Saat semua pemeriksaan selesai dilakukan dan dokter
menyatakan Maira (10) harus kembali lagi malam hari untuk bersiap operasi, matanya
berbinar. ”Senang,” ucapnya malu-malu ketika ditanya bagaimana perasaannya
akhirnya besok bisa dioperasi untuk mengangkat beberapa benjolan di tangan
Maira. Operasi bakal menjadi yang pertama di Rumah Sakit Apung Nusa Waluya II
sejak pelayanan kesehatan pertama kali dibuka hari itu, Kamis (7/12/2023).
Rumah sakit apung ini setara dengan rumah sakit darat tipe C. Pelayanan di RS
Apung Nusa Waluya II, akan dibuka 45 hari untuk masyarakat sekitar Distrik
Seget, Sorong, Papua Barat Daya, secara gratis. Beroperasinya RS apung di
Sorong itu hasil kerja sama Yayasan Dokter Peduli (doctor Share) dan PT
Pertamina International Shipping (PIS). Yordan Sawarata (34), ayah Maira,
menyampaikan, sebagai nelayan, penghasilan Yordan hanya cukup untuk kebutuhan
keluarga sehari-hari. Sekalipun semua anggota keluarganya sudah terdaftar
sebagai peserta penerima bantuan iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional yang
ditanggung pemerintah, biaya yang besar masih harus dikeluarkan untuk mengakses
rumah sakit terdekat di Kota Sorong, 2-4 jam jalur darat. Jika hujan, akses
darat biasanya terputus. Satu-satunya akses hanya dengan kapal melalui jalur
laut.
Sulitnya akses kesehatan bagi masyarakat di Distrik Seget
juga dialami Siti Nafisah Wainsaf (64). Cucu Siti meninggal karena terlambat
ditolong. Awalnya, cucu Siti yang ber- usia 1 tahun 3 bulan itu demam dan
sempat dirawat di puskesmas terdekat. Namun, kondisinya tidak membaik. Setelah
satu minggu demam tinggi, cucunya semakin buruk dan disertai kejang. Berbagai
cara dilakukan untuk membawa cucunya ke rumah sakit di Kota Sorong. Namun,
setelah sampai di rumah sakit, cucunya tidak tertolong dan meninggal. Kesulitan
yang dialami keluarga Siti berlanjut saat harus membawa kembali jenazah sang
cucu dari rumah sakit. Biaya untuk menyewa ambulans sangat mahal. Managing
Director Yayasan Dokter Peduli Tutuk Utomo Nuradhy mengatakan, kehadiran rumah
sakit apung adalah jawaban buat mengatasi keterbatasan akses kesehatan di
wilayah kepulauan Indonesia. Menurut dia, biaya operasional rumah sakit apung dinilai
lebih efisien jika dibandingkan dengan harus membangun rumah sakit tapak untuk
menjangkau masyarakat di daerah pesisir dan kepulauan. (Yoga)
Postingan Terkait
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023