;

Lapangan Kerja Kelas Menengah Menyusut

Lapangan Kerja Kelas
Menengah Menyusut

Dalam tiga tahun terakhir, ketersediaan lapangan kerja layak di Indonesia terus menurun. Ditengah kenaikan biaya hidup yang tinggi, turunnya porsi pekerjaan dengan upah layak bisa menggerus kesejahteraan masyarakat, menghambat pertumbuhan kelas menengah, dan menghambat cita-cita Indonesia menjadi negara maju. Mengutip data Bank Dunia dalam Indonesia Economic Prospects (IEP) edisi Desember 2023, prevalensi pekerjaan layak dengan standar kelas menengah di Indonesia turun signifikan pada periode 2019-2022, dari 14 % menjadi 9 % dari total lapangan kerja. Bank Dunia mendefinisikan pekerjaan layak atau pekerjaan kelas menengah (middle class jobs) sebagai pekerjaan yang memiliki upah layak untuk  membiayai hidup dengan standar kelas menengah, disertai perlindungan atau jaminan sosial yang memadai, serta kepastian kerja.

Laporan itu sejalan dengan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) oleh BPS bahwa porsi pekerjaan yang terhitung layak bagi kelas menengah di sektor formal turun 3,39 % dalam waktu empat tahun terakhir dari periode Agustus 2019-2023. Di sisi lain, sektor formal pun bukanjaminan kerja layak. Data BPS per Agustus 2023 menunjukkan, pekerja di sektor yang serapan tenaga kerjanya tinggi (sektor perdagangan dan pertanian) masih digaji di bawah rata-rata upah nasional. Lead Economist Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Habib Rab, Rabu (13/12) mengatakan, meski ekonomi Indonesia mampu tumbuh di atas 5 % dan pengangguran menurun, lapangan kerja yang tercipta belum cukup berkualitas untuk menopang pertumbuhan kelas menengah. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :