;

Diminta Diet, NIM Bank Justru Semakin Gemuk

Ekonomi Hairul Rizal 06 Nov 2023 Kontan
Diminta Diet, NIM Bank Justru Semakin Gemuk
Margin bunga bersih perbankan semakin menggemuk hingga kuartal III-2023. Padahal, berbagai pihak sudah mengingatkan, margin perbankan di Tanah Air sudah terlalu tinggi dan dinilai perlu sedikit diet. Sentilan ini termasuk datang dari Presiden Joko Widodo awal tahun ini. Net interest margin (NIM) tinggi dikhawatirkan membuat peran bank dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kurang optimal. Alasannya, bunga kredit yang dibebankan ke nasabah tinggi. Mengacu pada data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), NIM industri perbankan per September 2023 ada di level 4,85%. Angka ini memang sudah turun tipis dari level 4,87% pada bulan sebelumnya, tapi masih naik dari posisi Desember 2022 yang tercatat 4,71%. Di bank konvensional, pencetak NIM tertinggi bukan lagi Bank Rakyat Indonesia (BRI). Posisinya digantikan Bank Danamon dengan NIM 8,2%, naik 30 bps secara tahunan. Sedangkan NIM BRI turun 20 bps ke 8,05%. Selanjutnya, Bank Mandiri mencetak NIM naik 17 bps ke level 5,59% dan BCA naik 40 bps jadi 5,5%. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, aturan ini masih dalam proses penyempurnaan dan selanjutnya akan dimintakan pendapat pihak-pihak terkait. “Nanti, OJK akan mengonsultasikan hal ini ke DPR,” ujar dia dalam keterangannya, Minggu (5/11). EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn menyebut, NIM BCA sudah mulai turun dari semester pertama tahun ini. NIM masih tinggi sejalan dengan peningkatan volume kredit. "Juga komposisi aktiva produktif BCA bergeser ke portofolio kredit yang memberi imbal hasil lebih tinggi," kata dia pada KONTAN, Jumat (3/11).
Tags :
#Perbankan
Download Aplikasi Labirin :