;

Harga Minyak Sulut Saham Emiten Migas

Harga Minyak Sulut Saham Emiten Migas
Konflik di Timur Tengah masih mampu mengangkat harga minyak mentah dunia. Dikutip dari Bloomberg kemarin, harga West Texas Intermediate (WTI) kontrak Desember 2023 berada di atas level US$ 80 per barel, yakni US$ 85,01 per barel. Analis menilai, konflik yang terjadi di Timur Tengah masih menjadi katalis utama bagi pergerakan harga minyak. Terlebih konflik ini juga menyeret Iran. Israel telah lama menuduh Iran terlibat dalam perang, dengan mendukung kelompok Hamas. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Hasan Barakwan menyebut, konflik Iran dan Israel berpotensi menimbulkan gangguan di Selat Hormuz. Selat tersebut adalah sebuah perairan sempit di perbatasan selatan Iran yang menjadi jalur bagi lebih dari 20% minyak global yang diangkut melalui laut. Ada sekitar 17 juta barel minyak yang diekspor melakukan perjalanan setiap hari melalui perairan ini. Felix Darmawan, Analis Panin Sekuritas menjelaskan, adanya peningkatan harga rata-rata minyak ke level US$ 90 per barel di tahun 2023. Sementara di tahun depan rata-rata harga minyak ada di level US$ 85 per barel. Dengan kondisi itu, Hasan menyematkan overweight untuk saham sektor minyak dan gas, dan menjadikan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sebagai pilihan utama (top pick) di tengah tingginya harga minyak. "Kami menyukai MEDC sebagai emiten yang berpotensi diuntungkan dari kenaikan harga minyak,” kata Hasan. Katalis utama bagi MEDC adalah harga gas yang lebih tinggi dari Blok Corridor, hingga tambahan volume produksi dari akuisisi di Timur Tengah. Analis CGS-CIMB Sekuritas, Bob Setiadi juga menyematkan rating overweight pada sektor ini. Selain adanya momentum positif kenaikan harga minyak baru-baru ini, valuasi saham di sektor ini  cukup menarik. Saham sektor migas saat ini diperdagangkan pada EV/EBITDA 4,5 kali.
Tags :
#Migas
Download Aplikasi Labirin :