;

Bunga Naik, Properti Makin Babak Belur

Ekonomi Hairul Rizal 20 Oct 2023 Kontan
Bunga Naik, Properti Makin Babak Belur
Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi 6% bakal kembali membebani kinerja emiten properti. Terutama yang banyak bergerak di bisnis rumah tapak atau apartemen. Nasib sial menimpa emiten properti yang tidak memiliki pendapatan berulang. Kemungkinan kinerja mereka. tidak terlalu baik di kuartal IV 2023 ini. Analis Henan Putihrai, Jono Syafei mengatakan, kenaikan suku bunga BI berpotensi melemahkan daya beli masyarakat. Maka, banyak emiten yang mulai mengandalkan segmen pendapatan berulang atau recurring income. Hal tersebut juga sudah terlihat dari kinerja laporan keuangan semester I-2023, yang menunjukkan kalau emiten properti masih bergantung dari pendapatan berulang atau recurring income. Misalnya, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatatkan sektor mall dan ritei dari pihak ketiga mencapai Rp 743 miliar di semester I 2023. Naik dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 619,29 miliar. Kontribusi sektor mall dan ritel  SMRA dari pihak-pihak berelasi tercatat Rp 23,5 miliar di semester I 2023, meningkat dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 15,55 miliar. Sedangkan PT Ciputra Development Tbk (CTRA) pada semester I 2023 mencatatkan pendapatan usaha Rp 966,03 miliar. Terdiri dari pusat niaga dan kawasan komersial, pelayanan kesehatan, hotel, sewa kantor, lapangan golf, dan lain-lain. Angka itu naik 9,6% dari raihan pendapatan usaha di semester I 2022. Technical Analyst Kanaka Hita Solvera, Andhika Cipta Labora mengatakan,  emiten yang memiliki pendapatan berulang memiliki potensi yang lebih baik pada kuartal IV 2023. Sebab, kunjungan mall akan meningkat di akhir tahun, mengingat banyak tenant yang akan memberikan diskon.
Download Aplikasi Labirin :