Libatkan Warga dalam Transisi Energi
Instalasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap bisa
dilakukan warga dengan biaya terjangkau. Penggunaannya juga mudah dengan biaya
bulanan murah. Namun, realisasinya terkendala peraturan pemerintah yang dinilai
belum berpihak pada energy terbarukan yang ramah lingkungan. Salah satu
pengguna PLTS atap, Binbin Mariana, menuturkan, dirinya sudah memakai panel
surya sejak tahun 2020 untuk mengurangi beban biaya dari tagihan listrik PT Perusahaan
Listrik Negara (PLN). Dia memasang panel surya berdaya 1,7 kilowatt-peak (kWp)
di atap rumahnya tanpa media penyimpanan energi. Total biaya pemasangan Rp 30
juta dengan DP, Rp 15 juta dan sisanya dibayar dengan tenor 12 kali sebanyak Rp
1,25 juta per bulan. Menurut dia, angka ini terjangkau sebagai modal awal
menuju energi terbarukan yang lebih bersih dan hemat mengingat paparan matahari
di Indonesia berlimpah.
”Saya pasang sejak 2020. Hampir empat tahun tidak ada
kendala. Pernah sekali bermasalah mati, saya telepon vendor-nya, bahkan tanpa
teknisi datang bisa langsung benar karena ada aplikasinya, bisa diatasi dengan
jarak jauh,” kata Binbin dalam diskusi bertajuk ”Revisi Aturan Surya Atap: Untung
atau Buntung?” di Jakarta, Selasa (17/10). Meski tanpa media penyimpanan
listrik, kini 80 % kebutuhan listrik di rumah Binbin berasal dari PLTS atap dan
20 % dari aliran PLN. Jadi, PLTS atap oleh publik berkontribusi menurunkan
emisi sesuai janji Presiden Jokowi dalam KTT Perubahan Iklim (COP) 23 di Paris,
Perancis, pada 2015. Ketua Bidang Advokasi dan Edukasi Asosiasi Energi Surya Indonesia
Yohanes Bambang Sumaryo menegaskan, Indonesia, dengan matahari yang sangat
melimpah, potensi energy suryanya mencapai 3.295 GW dengan potensi yang dimanfaatkan
untuk PLTS masih sangat kecil, yaitu 260 MW. Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace
Indonesia Hadi Priyanto mengatakan, potensi ini terhambat kebijakan pemerintah.
Salah satunya revisi Permen ESDM No 26 Tahun 2021 yang mengatur kapasitas PLTS
atap hanya 10-15 % dari kapasitas
terpasang. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023