STABILITAS HARGA : MARATON AMANKAN PANGAN
Musim kemarau berkepanjangan yang melanda sejumlah wilayah Indonesia, berpengaruh terhadap pasokan bahan kebutuhan pokok terutama beras. Strategi impor ditempuh untuk mengendalikan harga beras agar tak mengalami lonjakan. Sebulan terakhir, isu pangan menyeruak. Istana secara maraton membahas persoalan pangan tersebut, terutama yang terkait dengan cadangan pangan serta upaya untuk menstabilkan harga. Presiden Joko Widodo menyempatkan diri untuk memantau dua kegiatan panen raya pada bulan ini. Pertama di Desa Ciasem Girang Kabupaten Subang pada Minggu (8/10). Di sana, Kepala Negara bicara upaya untuk menggelontorkan sebanyak-banyaknya beras di masyarakat untuk menurunkan harga. Kegiatan panen raya kedua yang dihadiri Presiden Jokowi dilakukan pada Jumat (13/10) pekan lalu yang berlangsung di Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu. “Saya melihat ke bawah untuk memastikan bahwa produksi itu masih baik, tapi memang turun karena Super El Nino, tapi masih baik,” ujar Presiden Jokowi. Dari sisi produksi, Kepala Negara mengapresiasi hasil produksi di wilayah tersebut. Hasil produksi rata-rata mencapai 8,6 ton per hektare. Harga beras di tingkat konsumen cukup terasa kenaikannya. Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga beras medium di level pedagang eceran tercatat naik dari Rp13.190 per kg pada 6 Oktober 2023 menjadi Rp13.210 per kg pada 13 Oktober 2023. “Cadangan di Bulog 1,7 dan akan datang lagi kira-kira 500.000—600.000 ton. Artinya cadangan pangan kita kondisinya aman, tapi memang kita tetap butuh beras ini juga untuk masuk ke pasar agar harga bisa turun sedikit demi sedikit,” kata Presiden Jokowi. Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menyatakan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang ada di Bulog masih terjaga. Sejak awal 2023, Arief yang juga menjabat Plt. Menteri Pertanian menuturkan sudah menghitung secara cermat berapa produksi dan kebutuhan nasional dengan mempertimbangkan dinamika dan perubahan lingkungan strategis. Dalam kesempatan berbeda, Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal menyatakan tugas utama Bulog yakni memberikan proteksi kepada petani agar mendapatkan harga yang wajar dengan menjaga stok dalam level tertentu.
Tags :
#PanganPostingan Terkait
Politik Pangan Indonesia Picu Optimisme
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023