Impor Gula Konsumsi Harus Terukur Sesuai Kebutuhan
Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia atau APTRI
mempersilakan pemerintah mengimpor gula konsumsi dan gula mentah untuk kemudian
diproduksi menjadi gula konsumsi. Namun, impor tersebut harus terukur dengan
mengacu pada neraca gula nasional. Di tengah proyeksi penurunan produksi gula
nasional akibat dampak El Nino, pemerintah kini berupaya mempercepat impor
gula. Hal itu mengingat masih rendahnya realisasi impor gula yang ditugaskan
pada 16 perusahaan. Per 5 Oktober 2023, realisasinya baru 249.781 ton atau
24,69 % dari 1,01 juta ton total kuota impor yang sudah mendapatkan persetujuan
impor.
Ketua Umum APTRI Soemitro Samadikun, Sabtu (14/10)
berpendapat, impor gula untuk cadangan gula pemerintah (CGP) dibutuhkan. Hal
itu lantaran produksi gula pada tahun ini diperkirakan turun akibat dampak El
Nino sehingga melambungkan harga gula. Selain itu, kebutuhan gula pada akhir
tahun ini hingga awal tahun depan diperkirakan meningkat karena ada hari raya
Natal dan Tahun Baru. Harga gula pun berpotensi semakin naik. ”Impor gula oke
saja asal impor terukur atau sesuai kebutuhan berdasarkan neracagula nasional,”
kata Soemitro, dihubungi dari Jakarta. (Yoga)
Postingan Terkait
Mengendalikan Daya Tarik Eksplorasi Migas
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Kuota Impor Sapi Dibebaskan Pemerintah
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Substitusi Impor Tekstil Jangan Cuma Wacana
Kemungkinan Pemerintah Membuka Opsi Impor Gas
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023