;

Jakarta Ingin Turunkan Prevalensi Tengkes

Jakarta Ingin Turunkan
Prevalensi Tengkes

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memutakhirkan data anak di bawah usia lima tahun tengkes dan rawan gizi. Saat ini, masih terdapat 13.000 anak balita tengkes dan 10.000 anak balita rawan gizi. Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meninjau intervensi tengkes di Puskesmas Pembantu Pekojan 1, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Rabu (11/10/2023). ”Program intervensi dua kali seminggu. Ada makanan bergizi, susu, dan lainnya. Kami terus cari, data, dan intervensi,” ujarnya. Dari sembilan anak balita tengkes, lima di antaranya bebas tengkes. Pemprov berupaya agar prevalensi tengkes Jakarta 14,8 % (Survei Status Gizi Indonesia 2022) bisa turun ke 13,5 % pada 2024. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :