Profil Inka, BUMN yang Bergerak di Bidang Perkeretaapian
Nama PT Industri Kereta Api (Inka) dalam setahun terakhir beberapa kali disorot masyarakat dan pemerhati transportasi. Sejumlah produk kereta api buatan badan usaha milik negara (BUMN) itu ditengarai belum menyamai kualitas kereta buatan produsen luar negeri. Beberapa produk kereta buatan Inka, seperti rangkaian kereta layang ringan atau light rail transit (LRT) yang digunakan pada proyek LRT Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek) serta rangkaian kereta rel diesel elektrik untuk jalur Trans Sulawesi, menghadapi sejumlah kendala pada masa awal pengoperasiannya.
Rangkaian LRT Jabodebek, misalnya, yang hingga saat ini masih dikeluhkan pengguna. Beberapa masalah yang mencuat, antara lain, adalah sistem pengereman yang terlalu kasar, titik henti kereta yang tak sesuai dengan pintu pembatas peron, hingga kebocoran air dari mesin penyejuk ruangan ke dalam kabin penumpang. Begitu juga dengan kereta Trans Sulawesi, yang pada Maret lalu sempat dilaporkan tak kuat menanjak saat menjalani uji dinamis pada petak Mandalle-Tenete jalur kereta Makassar-Parepare.
Sorotan lainnya adalah saat pemerintah berkeras menggunakan kereta listrik buatan Inka untuk menggantikan armada kereta listrik di wilayah Jabodetabek. Kepastian produksi kereta listrik Inka sempat diragukan karena perseroan bermitra dengan perusahaan kereta asal Swiss, Stadler Rail AG. Teknologi kereta buatan Stadler dianggap tak cocok dengan sistem kereta listrik Jabodetabek. Karena itu, akhirnya Inka menggandeng J-TREC, perusahaan teknologi kereta asal Jepang. (Yetede)
Tags :
#TransportasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023