;

Menjaga Harga Beras

Lingkungan Hidup Yoga 16 Sep 2023 Kompas
Menjaga Harga Beras

Kekeringan berisiko menekan produksi beras. Ancaman kenaikan harga belum berakhir. Di sisi lain, petani layak menikmati kenaikan harga yang wajar. Dalam sepekan terakhir, Presiden Jokowi mengunjungi sejumlah gudang Perum Bulog dan pasar, mengecek ketersediaan beras, memantau harga bahan pangan, dan menyerahkan beras bantuan pangan kepada keluarga penerima manfaat. Presiden juga menginstruksikan Perum Bulog untuk gencar operasi pasar agar harga beras di tingkat konsumen turun. Beras bantuan, masing-masing 10 kg per bulan, dibagikan kepada 21,3 juta keluarga penerima manfaat. Bantuan pangan yang diberikan pada September, Oktober, dan November 2023 itu diharapkan jadi bantalan bagi masyarakat miskin saat harga beras naik. Data BPS menunjukkan, pada Agustus 2023, inflasi tahunan 3,27 %. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang 0,92 % secara tahunan, dengan sumbangan beras 0,41 %.

Inflasi atau kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu ini ditanggung konsumen. Begitu pula konsumen beras, menghadapi kenaikan harga beras. Berdasarkan data Organisasi Pangan Dunia (FAO), indeks harga beras menyentuh 142,4 poin pada Agustus 2023 atau tertinggi dalam 15 tahun terakhir. Menurut BPS, selama Agustus 2023, rata-rata harga gabah kering  panen di tingkat petani Rp 5.833 per kg atau naik 3,62 % secara bulanan. Sementara, harga di tingkat penggilingan Rp 5.979 per kg atau naik 3,74 % secara bulanan. Adapun nilai tukar petani (NTP) pada Agustus 2023 sebesar 111,85, naik 1,09 % dibandingkan dengan Juli 2023. Angka di atas 100 menunjukkan indeks harga yang diterima petani lebih besar daripada indeks harga yang dibayar petani. Semakin tinggi NTP, petani semakin sejahtera. (Yoga)


Tags :
#Beras
Download Aplikasi Labirin :