;

Aji Baru Pendorong Kredit Usaha Rakyat

Ekonomi Hairul Rizal 05 Sep 2023 Kontan (H)
Aji Baru Pendorong Kredit Usaha Rakyat

Perbankan kini bisa lebih ngebut,  memacu penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Aturan besaran subsidi bunga KUR terbaru terbit, meskipun penerbitan beleid ini terbilang lambat dari janji pemerintah. Itu pula yang biang kerok atas penyaluran KUR sejak awal tahun berjalan bak siput. Sebab, jauh-jauh hari pemerintah menebar janji untuk mengubah aturan main penyaluran KUR, berikut subsidi baru. Alhasil, banyak pihak memilih wait and see, menunggu kepastian aturan. Saking lambatnya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian  bahkan memangkas target KUR tahun ini dari semula Rp 450 triliun menjadi hanya  Rp 297 triliun. Dus, Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomer 317 tahun 2023 diharapkan bisa memacu KUR lebih cepat di sisa tahun ini. Apalagi, aturan itu juga memperluas cakupan penerima KUR.  Menetapkan besaran subsidi bunga KUR super mikro sebesar 15%,  dengan besaran bunga 3% dibebankan ke nasabah, sesuai dengan Permenko Bidang Perekonomian Nomor 1/2023, maka bunga dasar KUR super mikro sebelum dapat subsidi adalah 18%. General Manager Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Sunarna Eka Nugraha menyebut, BNI sudah menyalurkan KUR 50% dari kuota yang diberi pemerintah tahun ini. Sebelumnya, BNI minta kuota KUR turun jadi Rp 22 triliun dari semula Rp 36,5 triliun. Bank Syariah Indonesia (BSI) siap menggenjot KUR. BSI mendapat jatah Rp 14 triliun dan hingga akhir Agustus sudah disalurkan Rp 7,97 triliun atau 56,9%. Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna bilang, BSI mendorong penyaluran KUR melalui ekosistem islamik, skema klaster dan komunitas, serta mendorong UMKM naik kelas. "Terbitnya KMK subsidi bunga/margin dapat mendorong percepatan KUR," ujar dia.

Download Aplikasi Labirin :